indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Gubernur Jambi Lepas Kontingen SOIna Mengikuti PeSONas di Semarang Serunya Jambi Night Market Melayu Merayu Digelar Setiap Malam Minggu Bersama Ketua Bhayangkari, Kapolres Tanjab Timur Tabur Bunga di Makosat Polair Sedan dan Pajero Terlibat Tabrakan di Kota Jambi, Begini Kondisinya Terkena Abrasi, Lima Rumah di Kampung Nelayan Rusak Parah

Home / Kota Jambi

Kamis, 23 Juni 2022 - 21:47 WIB

Mencari Solusi Permanen Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Jambi

Kegiatan Webinar di Hotel Rumah Kito & Resort, Kamis (23/06/22) dengan Tema “Mencari Solusi Permanen Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Provinsi Jambi”. FOTO : Ist

Kegiatan Webinar di Hotel Rumah Kito & Resort, Kamis (23/06/22) dengan Tema “Mencari Solusi Permanen Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Provinsi Jambi”. FOTO : Ist

JAMBI — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi tahun 2022 meski dengan luasa yang tidak begitu signifikan atau hanya spot (titik panas) namun upaya pencegahan tetap harus dilakukan agar terkendali dan tidak mengakibatkan bencana.

Banyak inovasi dan teknologi canggih yang sudah diterapkan serta kolaborasi antar pihak terkait harus terus dilakukan.

Pembelajaran dari lapangan dibutuhkan untuk pencegahan karhutla yang telah dilakukan diantaranya komitmen bersama seluruh pihak, pemahaman kepada seluruh masyarakat bahaya dan dampaknya memahami kondisi lahan, serta mempersiapkan peralatan canggih (teknologi terbaru pendeteksian titik api, dll) guna meminimalisir human error di lapangan.

Dalam Webinar di Hotel Rumah Kito & Resort, Kamis (23/6/22) dengan Tema “Mencari Solusi Permanen Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Provinsi Jambi” Ketua Prodi Kehutanan UNJA, Dr. Bambang Irawan mengatakan karhutla adalah akibat bukan sebab Penyebabnya baik dari aspek ekonomi, pengetahuan dan kesadaran atau kepedulian masyarakat yang kurang.

Ditambahkan oleh Dr. Bambang Irawan tugas dari pemerintah adalah bersama-sama serta membangun mekanisme agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan mencari solusi terbaik dengan cara dan metode selain membakar sedangkan masyarakat tidak memiliki sumberdaya, ketidakmampuan membuka lahan selain membakar.

BACA JUGA :  Diamankan, Terduga Pelaku Pencurian di Tebing Tinggi Malah Bawa Narkoba dalam Lipatan Uang

“Salah satu solusi permanen adalah peningkatan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat. Program DMPA Desa Dataran Kempas Inisiasi APP Sinarmas Group adalah salah satu contoh yang tentunya juga perlu mendapatkan dukungan bersama secara lebih luas dalam sisi pemasarannya,” katanya.

Sementara Dosen Hukum Lingkungan Fakultas Hukum UNJA Dr. Helmi, S.H., M.H., Dosen Hukum mengatakan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran merupakan salah satu upaya permanen untuk menimbulkan efek jera.

“Agar efek jera tercapai tentunya hukum mesti membumi yaitu dengan merumuskan sanksi yang dapat di jangkau,” katanya.

Kasilog Korem 042/ Gapu Kol Kav Soleh menyebutkan jumlah titik api dan luasan kebakaran hutan menurun dari tahun 2019 ke tahun 2022. Upaya pencegahan terus dilakukan melalui pembentukan satgas karhutla, edukasi terhadap masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar, pemahaman mengenai titik panas, akademisi yang terus melakukan penelitian terhadap teknologi terkini pendeteksian asap serta titik panas.

BACA JUGA :  Tiga Siswa SMPN 2 Kuala Tungkal Lulus Seleksi PPDB SMAN Titian Teras Jambi

“Pentahelix peran stakeholders yaitu, pemerintah, TNI-Polri, akademisi, media masa, tokoh masyarakat, actor bisnis, dan komunitas/organisasi bersama-sama untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekjen APHI Purwadi, menjelaskan untuk mencegah dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan yang pertama adalah pencegahan (pemerintah melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk membasahi lahan gambut sebelum puncak musim kemarau tiba), dilakukan persiapan sarana dan prasarana (seperti penyusunan peta kerawanan kebakaran), pendeteksian dini kebakaran hutan dan lahan (melalui pemantauan titik panas, pemasangan kamera thermal, patroli darat).

“Serta dilakukannya reaksi cepat terhadap kebakaran hutan dan lahan pengoperasian helikopter water bombing dan mobilisasi regu pemadam kebakaran,” pungkasnya.

Penyelenggara sekaligus Ketua APHI Komda Jambi, Taufik Qurochman, S.H., M.H., menyampaikan, Kegiatan webinar ini bertujuan untuk Pertama, Merumuskan Solusi Permanen Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi, Kedua, Membangun Konsesus Bersama Terhadap Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi. “Ketiga, Membangun Gerakan Bersama Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi,” katanya.(*)

Share :

Baca Juga

Kota Jambi

Sidak Polda Jambi, Ini Salah Satu Penyebab Kelangkaan Minyak Goreng di Jambi

Kota Jambi

Fasha Resmi Lantik A Ridwan Jadi Sekda Kota Jambi

Kota Jambi

Danrem 042/Gapu Terima Paparan Satuan Persiapan Lomba Binter dan Lomba Binsat

Kota Jambi

Kapolresta Jambi Pimpin Sertijab 4 Kapolsek dan 2 Kasat

Kota Jambi

Kapolresta Jambi Bersama Anggota Laksanakan Vaksinasi Lanjutan Booster

Kota Jambi

Kapolda Jambi Lepas Satgas Organik Papua Yonif Raider 142/Ksatria Jaya

Kota Jambi

Terkait Izin Operasional Truk Batu Bara, Dirlantas Polda Jambi : BPTD Harus Surati Menteri ESDM

Kota Jambi

Korem 042/Gapu Akan Laksanakan Vaksin Massal di Jambi