BEKASI — Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I Tahun 2026. Kick-off yang dipusatkan di BBPVP Bekasi pada Rabu (8/4/2026) ini menandai dimulainya pelatihan serentak bagi 10.405 peserta di seluruh Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan, program ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja. Dari hampir 30 ribu pendaftar di platform Skillhub, terpilih 10.405 peserta yang akan dilatih di 21 Balai Latihan Kerja (BLK) Pusat dan 46 BLK UPTD.
Poin Utama Program PVN 2026:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Target Besar: Sepanjang tahun 2026, pemerintah menargetkan total 70.000 peserta dengan dukungan penuh APBN.
- Link and Match Nyata: Sekitar 50% peserta Batch I sudah memiliki komitmen penempatan kerja (placement) setelah lulus, membuktikan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri.
- Inklusif & Transparan: Pendaftaran dilakukan terpusat via Skillhub untuk menjamin proses non-diskriminatif, termasuk akses bagi penyandang disabilitas.
- Fasilitas Lengkap: Peserta mendapatkan pelatihan gratis, sertifikasi kompetensi BNSP, uang transportasi, makan siang, hingga perlindungan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan kematian (JKM).
- Teknologi Informasi & Digital: Meliputi Cyber Security, Internet of Things (IoT), dan Digital Marketing untuk memperkuat kedaulatan digital nasional.
- Manufaktur Modern & Otomasi: Fokus pada pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC), pengelasan (welding), dan otomasi industri guna mendukung hilirisasi.
- Energi Terbarukan: Pelatihan khusus instalasi panel surya dan pemeliharaan kendaraan listrik (Electric Vehicle).
- Agribisnis & Pangan: Pengembangan Smart Farming dan pengolahan pangan industri untuk ketahanan pangan.
- Pariwisata & Jasa: Pelatihan di bidang perhotelan dan tata boga yang menjadi motor ekonomi di berbagai daerah.
- Konstruksi: Fokus pada teknisi bangunan dan infrastruktur modern.
“Sistem serentak ini memastikan setiap pencari kerja, termasuk lulusan SMA/SMK, memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing secara cuma-cuma,” ujar Menaker Yassierli.
Direktur Jenderal Binalavotas, Darmawansyah, menambahkan bahwa fokus utama tahun ini adalah memperkecil kesenjangan antara kemampuan angkatan kerja dengan standar industri global, guna menekan angka pengangguran secara signifikan.*
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Biro Humas Kemnaker









![Ilustrasi: Dana zakat, infak, dan sedekah dihimpun dari masyarakat dengan niat ibadah, namun dalam praktik penyalurannya kerap tampil sebagai program bantuan yang dipresentasikan oleh pejabat di ruang publik. [FOTO: ILUSTRASI/LT]](https://lintastungkal.com/wp-content/uploads/IMG-20260308-WA0008-360x200.jpg)

