YTUBE
Bupati Tanjab Barat Launching Internet Gratis di Ruang Publik Ketua Bhayangkari Jambi Kunjungi Tahanan Wanita di Lapuanja Penutupan Pembinaan Tradisi dan Pembaretan Bintara Remaja Brimob Polda Jambi Safari Jum’at di Bram Itam Kanan, Bupati Anwar Sadat Sampaikan Ini Twibbon HUT TNI KE 77 Tahun 2022

Home / Berita

Jumat, 25 Maret 2022 - 16:27 WIB

Suhono: Rp245 Ribu Itu Hasil Musyawarah Warga

Ilustrasi GanbarSertifikat Tanah

Ilustrasi GanbarSertifikat Tanah

TANJAB BARAT – Kepala Desa Dusun Delima, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Suhono mengungkapkan pembuatan sertifikat tanah di desa itu merupakan Program Reforma Agraria (Prona)

Bukan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) seperti yang disebutkan dan berkembang di warga.

Suhono mengatakan Reforma Agraria merupakan program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk mengatasi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah.

Pelaksanaan Reforma Agraria sudah jelas diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria dan sesuai amanat Perpres tersebut, dibentuk Tim Reforma Agraria Nasional.

BACA JUGA :  Mulai 3 Oktober, Polda Jambi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas Kota Jambi-Batanghari

Terkait berkembangnya isue adanya pungutan sebesar Rp 245 ribu dalam penerbutan sertifikat tersebut. Suhono memastikan pungutan berdasarkan hasil rapat musyawarah mufakat bersama warga. Kesepakatan dikenakan biaya sebesar Rp245 ribu.

“Panitianya adalah masyarakat itu sendiri, iuran Rp245 ribu sesuai musyawarah,” ujar Suhono, Jumat (25/3/22).

Suhono kembali menjelaskan, program Reforma Agraria bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan mewujudkan kemakmuran, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

“Kami pemerintah hanya membantu masyarakat supaya program ini bisa berjalan lancar terkait masalah batas, tumpang tindih, dan lainnya,” ujar Suhono.

BACA JUGA :  Akselerasi Capaian Vaksinasi, Binda Jambi dan Nakes Siap Melayani

Selama proses pembuatan agar bisa menjadi sertifikat dan langsung sampai ke tangan masyarakat bukanlah hal yang mudah, karena memiliki beragam kondisi.

Bahkan masyarakat Desa Delima menanti hal ini berlangsung sangat lama sampe 20 tahun untuk mendapatkan kejelasan setatus tanah, sampai menjadi sertifikat.

Keberhasilan program tersebut kata Suhono sekaligus membuktikan bahwa pihaknya juga mampu menyelesaikan hal yang awalnya dianggap tidak mungkin.

“Dana tersebut kemudian dikelola oleh panitia yang dimusyawarahkan. Penggunaannya sudah dilaporkan oleh panitia kepada masyarakat pada tahun 2021,” katanya.(Ed)

Share :

Baca Juga

Berita

100 Senpira dan 1.378 Amunisi Berhasil Diamankan Satgas Pamtas Yonarmed 6/3 Kostrad di Wilayah Perbatasan RI-RDTL

Berita

Mulai Maret, Polda Jambi Terapkan Tilang Elektronik (ETLE)

Berita

Muhammad Ihsan Pimpin Apel Kerja 2022 Telkom, Exploit The Strength Digital To Win Sumatra Digital Island By Tiger Claw

Berita

Babinsa Bantu Petani Panen Lombok di Lokasi Pra TMMD

Berita

Besok, Pesawat Hercules Tabur Kapur Tohor CaO Di Jambi

Berita

Danrem 042/Gapu Hadiri Rakor Kesiapan Pilkada Serentak 2020 dan Arahan Penanganan Covid-19 Bersama Mendagri

Berita

Denpal II/2 Jambi Cek Kendaraan Dinas Korem 042 Gapu

Berita

BREAKING NEWS: Dinihari Sejumlah Daerah Telah Umumkan Hasil SKD CPNS 2019, Ayo Cek Instansimu Melamar