MUARA SABAK – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) resmi memulai langkah strategis hilirisasi sektor perkebunan. Bupati Hj. Dillah Hikmah Sari menyambut langsung investor asal Jerman, Dr.-Ing. Phillip Wallat, guna menjajaki investasi teknologi pengolahan kelapa di Rumah Dinas Bupati.
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Dr. Wallat hadir untuk memvalidasi potensi “Kelapa Dalam” Tanjab Timur guna penerapan teknologi tepat guna. Fokus utamanya: mengubah limbah sabut kelapa yang selama ini terbuang menjadi energi terbarukan (biogas) dan material peredam bernilai ekspor.
Bupati Dillah menegaskan tidak akan membiarkan birokrasi menghambat investasi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sangat terbuka. Soal perizinan dan dukungan lapangan, semuanya akan kami permudah dan percepat,” tegas Dillah.
Langkah ini juga diperkuat oleh sinergi akademis dari Universitas Jambi (UNJA) dan Yayasan Roemah Kelapa Indonesia. Kehadiran Prof. Dr. Johanes Simatupang dari UNJA memastikan setiap tahapan industri memiliki landasan riset yang matang agar berdampak langsung pada kantong petani.
Jika proyek ini berjalan, Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung akan menjadi pionir industri kelapa berkelanjutan di Provinsi Jambi. Tim investor dan akademisi dijadwalkan segera turun ke lapangan untuk melakukan survei teknis sebagai langkah awal realisasi pabrik.**
Penulis : Pikur
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal












Komentar