8.389 PHK dalam Tiga Bulan: Saatnya Indonesia Membicarakan Kembali Soal Perlindungan Keluarga

Lintas Tungkal

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemas Achmad Yani Aziz.
Ia adalah narasumber dalam artikel ini, seorang praktisi senior industri asuransi yang saat ini menjabat sebagai Komisaris PT Best Pialang Asuransi Proteksi. (FOTO : Dok. Istemewa/LintasTungkal)

Kemas Achmad Yani Aziz. Ia adalah narasumber dalam artikel ini, seorang praktisi senior industri asuransi yang saat ini menjabat sebagai Komisaris PT Best Pialang Asuransi Proteksi. (FOTO : Dok. Istemewa/LintasTungkal)

Tiga Hal Mendesak untuk Setiap Keluarga

Ditanya tentang langkah praktis yang dapat dilakukan keluarga Indonesia di tengah situasi ini, Kemas memberikan tiga prinsip yang menurutnya berlaku untuk siapa saja:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Dana Darurat: Miliki tabungan setara tiga hingga enam bulan pengeluaran rutin.
  2. Lindungi Pencari Nafkah: Prioritaskan proteksi jiwa untuk pencari nafkah sebelum melindungi aset (seperti kendaraan).
  3. Asuransi adalah Biaya: Pahami bahwa asuransi adalah biaya untuk ketenangan (“ongkos tidur nyenyak”), bukan instrumen investasi untuk mencari keuntungan.

Pekerjaan Rumah Industri dan Pemerintah

Industri asuransi perlu menyederhanakan bahasa kontrak dan mempercepat klaim. Sementara pemerintah perlu memasukkan pendidikan pengelolaan keuangan ke dalam kurikulum sekolah. Ketahanan keluarga dinilai sebagai bagian dari ketahanan nasional.*

Profil Singkat Narasumber
Kemas Achmad Yani Aziz adalah praktisi senior industri asuransi Indonesia yang telah berkarier lebih dari satu setengah dekade. Kini menjabat Komisaris PT Best Pialang Asuransi Proteksi, pemegang sertifikasi manajemen risiko BNSP, Magister Hukum, dan kandidat Doktor di Universitas Negeri Jakarta.

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Communication Advisory


Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanjab Barat Kejar PAD, Berapa Kontribusi Sektor Tenaga Kerja Asing?
Pertamina Dorong 1.346 Sertifikasi UMKM di Awal 2026, MiniesQ Tembus Pasar Ritel Usai Kantongi Label Halal
Purbaya: APBN Maret 2026 Defisit Rp240,1 Triliun, Belanja Negara Diakselerasi untuk Rakyat
Menaker Sebut Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional
Ramadhan di Depan Mata! Sekdak ke Pasar, Wabup Tanjab Barat Soroti Kenaikan Harga Ayam dan Cabai
Dari Kampung Baru ke Panggung Dunia: Griya Kain Solo Gebrak INACRAFT 2026, Pertamina Cetak Transaksi UMKM Rp10,4 Miliar
Analisis Dampak: OTT Kemenkeu & Respon Menkeu Purbaya Terhadap Kepercayaan Pasar dan Investor
Perluas Pasar Sawit di Pakistan, Dubes RI dan CPOPC Bangun Sinergi Strategis di Karachi
Berita ini 40 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:13 WIB

8.389 PHK dalam Tiga Bulan: Saatnya Indonesia Membicarakan Kembali Soal Perlindungan Keluarga

Sabtu, 11 April 2026 - 01:14 WIB

Tanjab Barat Kejar PAD, Berapa Kontribusi Sektor Tenaga Kerja Asing?

Rabu, 8 April 2026 - 23:56 WIB

Pertamina Dorong 1.346 Sertifikasi UMKM di Awal 2026, MiniesQ Tembus Pasar Ritel Usai Kantongi Label Halal

Senin, 6 April 2026 - 17:03 WIB

Purbaya: APBN Maret 2026 Defisit Rp240,1 Triliun, Belanja Negara Diakselerasi untuk Rakyat

Rabu, 1 April 2026 - 18:57 WIB

Menaker Sebut Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional

Berita Terbaru