JAKARTA – Berikut adalah Analisis Singkat mengenai dampak berita OTT ganda di Kemenkeu terhadap kepercayaan pasar dan investor:
1. Sentimen Pasar Jangka Pendek: “Shock & Awe”
Secara psikologis, berita OTT di dua instansi vital (Pajak dan Bea Cukai) biasanya memicu sentimen negatif sesaat di pasar modal dan nilai tukar rupiah. Investor cenderung khawatir akan adanya ketidakpastian regulasi atau gangguan pada target penerimaan negara.
2. Kepercayaan Investor terhadap Respon Menkeu
Menariknya, sikap “Ogah Intervensi” dari Menkeu Purbaya justru bisa menjadi nilai tambah (amunisi positif) bagi investor jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Transparansi: Investor lebih menyukai pemimpin yang jujur mengakui adanya “penyakit” internal daripada yang menutup-nutupi.
- Kepastian Hukum: Dengan membiarkan KPK bekerja, Menkeu mengirim sinyal bahwa clean government adalah prioritas, yang mana sangat krusial bagi indeks kemudahan berbisnis (Ease of Doing Business).
3. Risiko Integritas Institusi
OTT di Banjarmasin terkait restitusi pajak adalah isu sensitif. Restitusi menyangkut hak pengembalian uang perusahaan/investor. Jika ada “permainan” di sana, investor akan sangat waspada terhadap integritas petugas lapangan. Pembenahan sistem restitusi pasca-kejadian ini akan menjadi indikator kunci yang dipantau pasar.
4. Momentum “Obrak-Abrik” Internal
Pernyataan Purbaya bahwa ia sudah mendeteksi keanehan sebelumnya menunjukkan bahwa sistem pengawasan internal (Whistleblowing System) sebenarnya berjalan. Jika diikuti dengan pemecatan massal dan perbaikan sistemik, hal ini justru akan meningkatkan kepercayaan investor bahwa Kemenkeu sedang melakukan cleansing besar-besaran agar lebih profesional.
Penulis : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal











