LIVE TV
Innalillahi, Warga di Senyerang Ditrmukan Meninggal Gantung Diri Ini Sederet Sanksi ASN yang Nekat Mudik Lebaran 2021 Wabup Hairan Tinaju 2 Lokasi Pembangunan Jembatan di Renah Mendaluh Ratusan Akun Media Sosial, Berpotensi Langgar UU ITE Bagi Takjil Buka Puasa, Ketum KNPI Ajak Pemuda Berlomba Buat Kebaikan

Home / Berita

Minggu, 28 Februari 2021 - 11:54 WIB

Banyak Timbulkan Korban, Polda Jambi Imbau Warga Tak Lakukan VCS

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto. FOTO : Ustimewa

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto. FOTO : Ustimewa

JAMBI – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi mengimbau warga Jambi untuk tidak melakukan Video Call Sex atau VCS yang kini marak menimbulkan banyak korban.

Imbauan tersebut disampaikan Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreksmsus) Polda Jambi melalui media sosial IG Resmi Polda Jambi.

“Jangan lakukan VCS dengan siapapun karena bisa direkam dan dijadikan alat pemerasan juga pengancam. Sudah banyak warganet yang menjadi korbannya,” bunyi dalam imbauan tersebut.

BACA JUGA :  Innalillahi, Warga di Senyerang Ditrmukan Meninggal Gantung Diri

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto mengungkapkan imbauan tersebut lantaran mengingat sudah banyak orang menjadi korban pemerasan yang berkaitan dengan pornografi online atau sextortion melalui layanan video call sex (vcs).

“Biasanya saat aktivitas video call sex berjalan, pelaku merekam layar hp korban. Selanjutnya, meng-screenshoot layar handphone yang digunakannya saat korban sedang melakukan aktifitas video call sex, ini sangat berbahaya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Bagi Takjil Buka Puasa, Ketum KNPI Ajak Pemuda Berlomba Buat Kebaikan

Bermodalkan screenshoot itu, pelaku pun dengan mudah memeras korban misal dengan meminta pulsa dan sejumlah uang kepada korban. Pelaku juga bisa saja mengancam korban.

“Celakanya jika tidak dipenuhi permintaannya oleh korban, maka video atau tangkapan layar (screenshoot, red) tersebut akan disebarkan kepada rekan-rekan via medsos dan sebagainya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Ketua Komite SMAN 1 Tanjabbar Didampingi Aliansi Wartawan Datangi Diskominfo

Mulia mengungkapkan, agar terhindar dari pemerasan melalui layanan sek semu atau video call sex adalah dengan tidak mengumbar informasi yang bersifat pribadi di media sosial.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada sehingga tidak menjadi korban.

“Selalu sadar dan menjaga diri agar tidak menjadi obyek pornografi di depan kamera, baik secara offline maupun online,” terang dia.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

Trayek Baru Kapal Roro Kuala Tungkal – Batam Diresmikan

Berita

Sebanyak 7.917 Surat Suara Sisa dan Cacat Dimusnahkan KPU Tanjab Barat

Berita

Bupati Safrial Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2018

Berita

BKPSDM Tanjab Barat Mulai Dibanjiri Berkas Lamaran CPNS

Berita

PWI dan IKWI Jambi Potong 4 Ekor Hewan Qurban

Berita

Polres Merangin Temukan 180 Batang Tanaman Ganja di Lembah Mesurai

Berita

Deklarasikan ODF, Bupati Safrial Minta Warga Stop BAB Sembarangan

Berita

Polisi, Beredar Info Dimedsos Jasad Zulfan Telah Ditemukan Hoax