indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Damkar Cepat Datang, Rumah Warga di Kelapa Gading yang Terbakar Berhasil Dipadamkan Waspada PMK, Polres Bungo Bersama Dinas Peternakan Suntik Vitamin ke Hewan Ternak Bupati Masnah Resmikan Gedung Pelayanan Administrasi Terpadu Kantor Camat Sungai Gelam Bupati Masnah Lantik Ketua dan Pengurus PKK Desa se Kecamatan Sungai Gelam Kemenag Bantu Pembangunan Masjid dan Mushala Melalui SIMAS, Ini Syaratnya

Home / Berita

Minggu, 28 Februari 2021 - 11:54 WIB

Banyak Timbulkan Korban, Polda Jambi Imbau Warga Tak Lakukan VCS

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto. FOTO : Ustimewa

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto. FOTO : Ustimewa

JAMBI – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi mengimbau warga Jambi untuk tidak melakukan Video Call Sex atau VCS yang kini marak menimbulkan banyak korban.

Imbauan tersebut disampaikan Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreksmsus) Polda Jambi melalui media sosial IG Resmi Polda Jambi.

“Jangan lakukan VCS dengan siapapun karena bisa direkam dan dijadikan alat pemerasan juga pengancam. Sudah banyak warganet yang menjadi korbannya,” bunyi dalam imbauan tersebut.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto mengungkapkan imbauan tersebut lantaran mengingat sudah banyak orang menjadi korban pemerasan yang berkaitan dengan pornografi online atau sextortion melalui layanan video call sex (vcs).

BACA JUGA :  Kemenag Bantu Pembangunan Masjid dan Mushala Melalui SIMAS, Ini Syaratnya

“Biasanya saat aktivitas video call sex berjalan, pelaku merekam layar hp korban. Selanjutnya, meng-screenshoot layar handphone yang digunakannya saat korban sedang melakukan aktifitas video call sex, ini sangat berbahaya,” jelasnya.

Bermodalkan screenshoot itu, pelaku pun dengan mudah memeras korban misal dengan meminta pulsa dan sejumlah uang kepada korban. Pelaku juga bisa saja mengancam korban.

“Celakanya jika tidak dipenuhi permintaannya oleh korban, maka video atau tangkapan layar (screenshoot, red) tersebut akan disebarkan kepada rekan-rekan via medsos dan sebagainya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Identitas dan Kronologis Laka Maut 2 Pengendara Sepeda Motor di Jalan lintas Jambi-Muara Sabak

Mulia mengungkapkan, agar terhindar dari pemerasan melalui layanan sek semu atau video call sex adalah dengan tidak mengumbar informasi yang bersifat pribadi di media sosial.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada sehingga tidak menjadi korban.

“Selalu sadar dan menjaga diri agar tidak menjadi obyek pornografi di depan kamera, baik secara offline maupun online,” terang dia.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

Peminat PPK Di KPU Tanjabbar Ramai, Hingga Hari ke 4 Sudah 94 Orang Mendaftar

Berita

Ini Ketentuan Menginap di Rumah Singgah Tanjab Barat

Berita

Malam Ini Siaran Debat Terbuka Calon Gubernur Jambi, PLN Diminta Jaga Keandalan agar Tak Padam

Berita

Membanggakan, PA Kuala Tungkal Peringkat I Peraih 5 Besar SIPP

Berita

Satu Jamaah Haji Asal Tanjab Barat Kloter 22 Wafat

Berita

Viral Warung Ambrol Pengunjung Blepotan Masuk ke Got, Netizen Bilang Begini

Berita

Ini yang Perlu Diketahui dan Disiapkan Menghadapi Tes SKD CPNS 2019

Berita

Pantau Pasien Terdampak ISPA, Gubernur Jambi Akan Kunjungi RSUD dan Puskesmas di Tanjab Barat