KUALA TUNGKAL –Penantian panjang berakhirnya masa transisi di tubuh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tanjung Jabung Barat resmi usai. Setelah sekian lama kursi pimpinan hanya diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt), kini instansi vital pelayanan publik tersebut akhirnya memiliki Kepala Dinas Definitif.
Namun, pelantikan ini bukan sekadar rotasi rutin. Bupati Anwar Sadat memberikan “tugas berat” dan peringatan keras bagi para pejabat yang baru dilantik untuk segera tancap gas demi kepentingan rakyat. Pelantikan kedua pejabat di penghujung Ramadhan 1447 ini juga menjadi momentum penguatan birokrasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Akurasi Data: Kunci Keadilan Sosial
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa Disdukcapil adalah jantung dari perencanaan pembangunan. Ia menuntut adanya revolusi data kependudukan yang berujung pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tidak ingin lagi mendengar ada ketidaksingkronan data. Akurasi data kependudukan adalah kunci agar bantuan sosial tepat sasaran. Disdukcapil harus berinovasi dengan teknologi informasi, jangan lagi bekerja dengan pola lama yang lamban,” tegas Bupati dengan nada bicara yang lugas.
Peringatan Etika dan Integritas
Tidak hanya soal teknis, Bupati juga memberikan sorotan tajam pada aspek moralitas pejabat. Ia mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah yang dipantau langsung oleh masyarakat dan Tuhan.
“Jabatan ini bukan sekadar kedudukan untuk dibanggakan, melainkan tanggung jawab yang menuntut loyalitas dan integritas penuh. Jaga moral, jaga akhlak, dan jaga etika. Jangan sampai ada perilaku buruk yang mencoreng lingkungan kerja kita,” tambahnya.
Sektor Kesehatan: Profesionalisme Harga Mati
Kepada pejabat di sektor kesehatan, Bupati mengingatkan bahwa tantangan pelayanan publik semakin kompleks. Profesionalisme menjadi harga mati untuk memastikan warga Tanjab Barat mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi.
Di akhir sambutannya, Bupati meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membuang ego sektoral dan mulai bekerja secara kolektif. “Mari kita pertajam program pembangunan. Bekerjalah secara objektif dan tunjukkan prestasi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Staf Ahli, para Asisten, serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.**
Penulis : Angah
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal







![Ilustrasi: Dana zakat, infak, dan sedekah dihimpun dari masyarakat dengan niat ibadah, namun dalam praktik penyalurannya kerap tampil sebagai program bantuan yang dipresentasikan oleh pejabat di ruang publik. [FOTO: ILUSTRASI/LT]](https://lintastungkal.com/wp-content/uploads/IMG-20260308-WA0008-360x200.jpg)



