Jakarta, 12 Februari 2026 – Siapa sangka, dari sudut Kampung Baru di Solo, sebuah jenama lokal kini bertransformasi menjadi buruan pasar premium nasional. Esti Kriswandari Asih, pemilik Griya Kain Solo, membuktikan bahwa kain lurik dan batik klasik bisa naik kelas dan bersinar di ajang Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026.
Bagi Esti, INACRAFT tahun ini bukan sekadar pameran. Ini adalah panggung pembuktian. Sebagai salah satu dari 32 UMKM unggulan binaan Pertamina, Griya Kain Solo berhasil melampaui target omzet berkat polesan desain yang modern dan kualitas bahan yang kompetitif.
“Kurasi Pertamina itu sangat ketat. Kami ditempa bukan hanya untuk membuat produk yang bagus, tapi juga harus punya daya saing harga dan desain yang kuat. Hasilnya? Omzet kami melesat jauh di atas ekspektasi,” ujar Esti dengan bangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lurik dan Batik yang Menembus Sekat Zaman
Di tengah hiruk pikuk Jakarta Convention Center (4-8 Februari), booth Griya Kain Solo mencuri perhatian lewat koleksi busana siap pakai (ready-to-wear). Mulai dari blouse lurik premium hingga tunik eksklusif dengan finishing kualitas butik, semuanya dirancang untuk memenuhi selera profesional muda yang ingin tampil etnik namun tetap modern.
“Desainnya eksklusif dan modelnya sangat update. Nyaman dipakai kerja tapi tetap elegan untuk acara formal,” puji Nadira Setyalestari, salah satu pengunjung asal Depok.
Pencapaian Fantastis: Rp10,4 Miliar & Ekspansi Global
Kesuksesan Esti adalah cerminan dari keberhasilan kolektif mitra binaan Pertamina. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa total transaksi yang dibukukan 32 UMKM binaan dalam ajang ini mencapai angka fantastis: Rp10,4 miliar.
“Angka ini bukan sekadar nilai penjualan, tapi mencakup komitmen transaksi dari buyer mancanegara untuk pasar ekspor. Ini bukti nyata bahwa pembinaan berkelanjutan mampu mengubah skala usaha lokal menjadi pemain global,” tegas Baron.
Komitmen Berkelanjutan
Dukungan Pertamina terhadap UMKM merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui koordinasi dengan Danantara Indonesia, Pertamina berkomitmen mendorong transisi energi dan keberlanjutan usaha yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.
Transformasi Griya Kain Solo dari Solo ke Jakarta adalah bukti bahwa dengan pendampingan yang tepat, produk lokal tidak hanya mampu bertahan, tapi juga merajai pasar premium dan mengincar pasar dunia.
Penulis : Warna Komunika
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal











