YTUBE
Perintahkan Menembak, Ferdy Sambo Ditetapkan Tersangka Kematian Brigadir J Kapolres Tanjab Timur Pimpin Pembaretan Tradisi Penyambutan 23 Baja Jual Bendera, Wanita Asal Bandung Mencari Peruntungan di Tanjabbar Mobil Ayla Vs Honda Brio Beradu, Tak Hanaya Lecet Pengemudi Alami Luka Hari Jadi Kabupaten Tanjab Barat ke 57, Dinkes Hadir Melayani Masyarakat

Home / Berita

Minggu, 19 Juli 2020 - 12:54 WIB

GTKHNK dan Forum Honorer Tanjabbar Minta Pemerintah Terbitkan Keppres Pengangkatan PNS Tanpa Tes

FOTO : Pertemuan melalui zoom meeting/webinar,

FOTO : Pertemuan melalui zoom meeting/webinar," Sabtu (18/07/20).

Sementara Ketua GTKHNK 35+ Prov. Jambin Yoswandi dalam sambutanya menjelaskan latar belakang berdirinya GTKHNK 35+ ini yaitu untuk memperjuangkan Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori (GTKHNK) usia  35 tahun lebih supaya jadi ASN tanpa tes tertuangkan dalam RUU dan Keppres.

“Selain itu Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori (GTKHNK) usia kurang dari 35 tahun  supaya mendapatkan UMR/UMK  dari Anggaran Dana APBN,” ungkap Yoswandi.

Seperti diketahui lanjut dia, usia maksimal untuk mengikuti tes CPNS yakni 35 tahun. Sehingga para guru honorer yang usianya sudah melewati 35 tahun, tidak memngkinkan untuk menjadi PNS melalui tes.

BACA JUGA :  Jual Bendera, Wanita Asal Bandung Mencari Peruntungan di Tanjabbar

“Kita harap pemerintah mempertimbangkan pengabdian guru sudah cukup lama mengabdi, bahkan ada guru honerer yang sudah 15 tahun mengabdi dan menjadi guru wali kelas di sekolahnya,” jelasnya.

Kepala daerah yang mengeluarkan dukungan diantaranya Pemerintah Provinsi Jambi, Kota Jambi, Kab. Muaro Jambi, Kab. Batanghari, Bungo, Tebo, Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Sedangkan untuk 4 Kabupaten masih dalam proses yaitu Tanjab Barat, Tanjab Timur, Merangin & Sarolangun.

BACA JUGA :  Hari Jadi Kabupaten Tanjab Barat ke 57, Dinkes Hadir Melayani Masyarakat

Ketua Umum Forum Honorer Tanjabbar Hendra Novariadi, menyampaikan sangat mendukung sekali terbentunya kepengurusan GTKHNK 35+ di Tanjabbar.

“Bukan saja guru honorer yang akan kita perjuangan nasibnya, tapi juga untuk tenaga teknis (TKK/TKS) dan tenaga kesehatan (PTT) terutama yang berusia 35 tahun ke atas dan tidak terjaring dalam K2, sehingga ini menjadi momentum bagi kita untuk menyampaikan harapan dan tuntutan dari teman-teman Tenaga Teknis (TKK/TKS) dan Tenaga Kesehatan “Semoga perjuangan dan tuntutan kami bisa segera terealisasi lewat  sinergitas dengan pemerintahan daerah,” harapnya.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

Kasiren Korem 042/Gapu Pimpin Rapat Evaluasi Penyerapan Anggaran 2022

Berita

Danrem Ingatkan Prajurit Jajaran Korem 042 Gapu Pahami Tugas Pokok TNI

Berita

HNSI Tanjab Barat Apresiasi Pelatihan Oleh Direktorat Jendral Bea dan Cukai

Berita

Jelang TMMD ke 108, Dandim 0419/Tanjab Coffe Morning Bersama Wartawan Tanjab Barat dan Tanjab Timur

Berita

H-1 Pencoblosan, Warga Kuala Tungkal Banyak Belum Dapat Surat Undangan Pemilih

Berita

BNNP Jambi Amankan 3 Pelaku Beserta 2 Kg Sabu dan 3.400 Butir Ekstasi

Berita

Karangan Bunga Ucapan Selamat Pelantikan UAS-Hairan Mulai Terpampang di Depan Kantor Bupati dan Rumah Dinas

Berita

Sambut HUT RI ke 75, Nelayan di Kuala Tungkal Kibarkan Seribu Bendera Merah Putih di Laut