indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Cara Setting Chat WhatsApp Langsung Hilang Setelah Dibaca BREAKING NEWS : Pria Dewasa di Temukan Tidak Bernyawa di Kamar Hotel Yello Dinkes Provinsi Jambi Ungkap Penyebab Kasus Stunting Masih Tinggi 4 Nama Ini Berpeluang Gantikan Posisi Tjahjo Kumolo Sebagai Menpan-RB Sebanyak 46 Jamaah Calon Haji Indonesia Dipulangkan ke Tanah Air

Home / Nasional

Sabtu, 20 Februari 2021 - 11:10 WIB

Lansia dengan Komorbid Mesti Bawa Surat Keterangan Layak Vaksin

BPOM Setujui Vaksin Sinovac Untuk Lansia di Atas 60 Tahun. FOTO : Ilustrasi / Ist

BPOM Setujui Vaksin Sinovac Untuk Lansia di Atas 60 Tahun. FOTO : Ilustrasi / Ist

Cara Pendaftaran Vaksinasi COVID-19 pada Lansia

Petugas menyiapkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac untuk disuntikkan kepada tenaga kesehatan saat kegiatan vaksinasi di RSCM di Jakarta pada Senin (8/2/2021). Kementerian Kesehatan secara resmi memulai vaksinasi tenaga kesehatan di atas 60 tahun pada hari ini.

Mengenai pendaftaran bagi lansia yang bakal disuntik vaksin COVID-19, terdapat dua mekanisme. Yakni

BACA JUGA :  Dinkes Provinsi Jambi Ungkap Penyebab Kasus Stunting Masih Tinggi

1. Vaksinasi berbasis fasiltas kesehatan

Pendaftaran dilakukan dengan mengunjungi websita Kemenkes dan KPC-PEN (covid19.go.id).Pada website itu, tautan yang dapat diklik akan tersedia, sejumlah pertanyaan yang tertera juga wajib diisi oleh para pendaftar.

Nadia menjelaskan, bila mereka kesulitan untuk mengisi formulir tersebut, maka ia bisa meminta anggota keluarga untuk mengisi atau pun bisa meminta bantuan ketua RT/RW setempat.

BACA JUGA :  Polwan Polda Jambi Raih Peringkat 6 Terbaik Sesdik Teringginas Polwa

“Pastikan data yang diisi benar. Kami pastikan data bapak ibu dijamin aman tersimpan di Dinas Kesehatan Provinsi di mana peserta tinggal,” jelas Nadia.

2. Vaksinasi massal di tempat

Vaksinasi ini bisa diselenggarakan oleh organisasi maupun instansi yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan. Misalnya organisasi pensiunan, keagamaan, atau organisasi kemasyarakatan.(Edt)

 

Sumber : liputan6.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Kontak Tembak TNI-Polri di Distrik Kiwirok Pegunungan Bintang 1 Anggota Polri Gugur

Nasional

Korupsi Bansos Covid-19, Variatif Rp10.000 Per Paket Sembako

Nasional

Prasetyo Minta Mendagri Kaji Ulang Kewajiban Pakai Aplikasi SIPD

Nasional

Anggota Komisi IX DPR Desak Pemerintah Jamin Ketersediaan Tabung Oksigen

Nasional

Kapal Asal India Sandar di Riau, Kapten dan ABK-nya Positif Covid-19

Nasional

Kasad Terima Hibah 6 Ambulance dari PT. Tebu Mas untuk RS TNI AD

Nasional

Ini Daftar Tarif Sertifikasi Halal Kemenag

Nasional

Asrama Haji Resmi Jadi RS Darurat Penampungan Pasien Covid-19