Manajemen Risiko Impor Sapi Brasil dalam Menjamin Keamanan Pangan dan Kesehatan

Lintas Tungkal

- Redaksi

Jumat, 13 Desember 2024 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Andhika Wahyudiono ; Dosen UNTAG Banyuwangi

Andhika Wahyudiono ; Dosen UNTAG Banyuwangi

Pada akhirnya, kebijakan impor sapi Brasil harus memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan pasokan susu segar dan mitigasi risiko penyakit. Langkah-langkah yang hati-hati dalam mengelola risiko kesehatan hewan, pengawasan terhadap perdagangan ilegal, serta peningkatan produktivitas dalam negeri akan menciptakan industri peternakan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Keberhasilan kebijakan ini juga akan berdampak pada ketahanan pangan Indonesia, yang pada gilirannya akan memperkuat sektor pangan nasional.

Tantangan terbesar dalam mengelola risiko impor sapi adalah menciptakan sistem yang efektif dan efisien dalam mengawasi dan mengendalikan potensi penyakit. Oleh karena itu, sistem pemantauan yang terintegrasi, serta penggunaan teknologi dalam pemetaan dan identifikasi risiko, harus diutamakan. Sistem ini akan membantu dalam melakukan tindakan preventif lebih cepat dan mengurangi dampak negatif terhadap peternakan Indonesia. Keberhasilan dalam hal ini akan menunjukkan bahwa sektor peternakan Indonesia mampu berkembang meski menghadapi tantangan besar seperti impor sapi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah harus melibatkan seluruh stakeholder dalam mengelola kebijakan ini, mulai dari peternak, ahli kesehatan hewan, hingga pihak swasta yang terlibat dalam impor. Keberhasilan kebijakan ini memerlukan kerjasama yang erat antar berbagai pihak. Semua pihak harus memiliki visi yang sama dalam menciptakan industri peternakan yang sehat, aman, dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan dampak jangka panjang terhadap sektor pangan di Indonesia.*)

Penulis : Andhika Wahyudiono : Dosen UNTAG Banyuwangi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BLU Impor Minyak: Ketika Negara Lebih Hobi Bikin “Anak Baru” Daripada Urus “Anak Kandung”
MBG dan KKDM Penyumbang Defisit Terbesar, Investasi SDM atau Jebakan Utang Baru?
Masa Depan ASN PPPK dalam Pusaran UU HKPD: Efisiensi atau Eksekusi?
Membedah Panggung “Zakat Politic”: Saat Kesalehan Umat Jadi Komoditas Citra
Negara Memberi, Negara Menyita: Mengapa Ribuan Warga Kota Jambi Terjebak dalam “Lahan Terlarang” Pertamina?
Analisis Kritis: Mengapa Kopdes Merah Putih Terancam “Layu Sebelum Berkembang”
Menyelamatkan Arakan Sahur; Mengembalikan Bunyi yang Hilang, Memangkas Kemewahan yang Membunuh
Beras & Cabai Tak Tumbuh di Atas Aspal Operasi Pasar: Hentikan Seremonial, Urus Produksi!
Berita ini 160 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 18:12 WIB

BLU Impor Minyak: Ketika Negara Lebih Hobi Bikin “Anak Baru” Daripada Urus “Anak Kandung”

Senin, 6 April 2026 - 17:21 WIB

MBG dan KKDM Penyumbang Defisit Terbesar, Investasi SDM atau Jebakan Utang Baru?

Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:11 WIB

Masa Depan ASN PPPK dalam Pusaran UU HKPD: Efisiensi atau Eksekusi?

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:54 WIB

Membedah Panggung “Zakat Politic”: Saat Kesalehan Umat Jadi Komoditas Citra

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:41 WIB

Negara Memberi, Negara Menyita: Mengapa Ribuan Warga Kota Jambi Terjebak dalam “Lahan Terlarang” Pertamina?

Berita Terbaru