YTUBE
Warga Tebo Harus Tahu, Polisi Akan Gelar Operasi Zebra Mulai 3 Oktober, Ini 7 Pelanggaran Disasar Diduga Akibat Limpahan Air dari PT SAGM, Lahan Warga Desa Sebatu Tenggelam dan Terancam Mati Ridwan Agus Hadiri Generaly Assembly Confedaration of Asean Journalists 30 Narapidana Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Resmi Jadi Sarjana Danrem 042/Gapu Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Home / Nasional

Jumat, 23 September 2022 - 10:02 WIB

OTT KPK Terhadap Hakim Agung Tamparan Keras Bagi Mahkamah Agung

Gedung Merah Putih KPK. Gambar : Tangkapan Layar

Gedung Merah Putih KPK. Gambar : Tangkapan Layar

JAKARTA – KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap hakim agung dan sejumlah pegawai Mahkamah Agung, Kamis (22/9/22).

OTT KPK ini menjadi sejarah baru sekaligus tamparan keras bagi MA, karena selama ini belum pernah ada hakim agung yang terjaring OTT.

KPK menyatakan OTT tersebut terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

“KPK bersedih harus menangkap Hakim Agung,” kata Ghufron saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/9/22).

Ghufron mengaku prihatin dan menyebut kasus korupsi di lembaga peradilan menyedihkan

Ia berharap penangkapan terhadap aparat hukum ini menjadi yang terakhir.

BACA JUGA :  Diduga Akibat Limpahan Air dari PT SAGM, Lahan Warga Desa Sebatu Tenggelam dan Terancam Mati

Ia juga berharap Mahkamah Agung akan melakukan pembenahan yang mendasar.

“Jangan hanya kucing-kucingan, berhenti sejenak ketika ada penangkapan namun kembali kambuh setelah agak lama,” kata Ghufron.

Sebelumnya, KPK menyatakan telah menangkap sejumlah orang di Jakarta dan Semarang terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Dalam operasi itu, KPK mengamankan sejumlah orang dan alat bukti berupa pecahan mata uang asing.

“KPK mengamankan orang dan sejumlah uang dalam giat ini yang masih terus kami kembangkan,” kata Ghufron.

Adapun dalam OTT itu, KPK mengamankan delapan orang. Mereka di antaranya adalah:

  1. Desy Yustria, selaku PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung;
  2. Muhajir Habibie selaku PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung;
  3. Edi Wibowo selaku Panitera Mahkamah Agung;
  4. Albasri selaku PNS Mahkamah Agung;
  5. Elly Tri selaku PNS Mahkamah Agung;
  6. Nurmanto Akmal selaku PNS Mahkamah Agung;
  7. Yosep Parera selaku Pengacara; dan.
  8. Eko Suparno selaku Pengacara.
BACA JUGA :  30 Narapidana Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Resmi Jadi Sarjana

Selain mengamankan delapan pihak itu, KPK juga turut mengamankan uang tunai. Adapun jumlah uang yang berhasil diamankan sebesar SGD 205.000 atau setara Rp 2,1 miliar (setelah dikonversi berdasarkan kurs pukul 04.21 WIB) dan uang Rp 50 juta.(Ds)

Share :

Baca Juga

Kota Jambi

Amir Sakib Hadiri Silaturahmi LSM Rikolto Belgia Di Rumah Dinas Gubernur Jambi

Nasional

Ketua KPK Mendorong Nelayan Indonesia Diangkat Sebagai Pahlawan Ekonomi Devisa Samudera

Nasional

Kasad Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Korban Tsunami Selat Sunda

Nasional

Haedar : Musuh Terbesar Pers saat Ini Para Buzzer Media Sosial

Nasional

Pendaftaran Tamtama PK TNI AD Gelombang I 2021 Dibuka, Ini Jadwalnya

Nasional

Berkurang 21 Orang, Pasien Covid-19 di Secapa AD Tersisa 71 Orang

Nasional

Pers Berduka, Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Tutup Usia

Berita

Kemendagri Blokir Data Kepegawaian ASN di 67 Pemda, Termasuk Jambi dan 1 Kabupaten