LIVE TV
Turut Memajukan Cabor Taekwondo Tanjab Timur, PetroChina Bantu Peralatan Latihan PWI Sumut Kecam Penembakan Pemred Media Lokal Medan Bikin Resah Warga, Polisi Akan Bidik Pinjol Ilegal Pembelajaran Tatap Muka di Tebing Tinggi Akan Dilaksanakan Dengan Aturan Ketat Tanjabbar Kembali Berlakukan Jam Malam, Prokes Diperketat

Home / Berita

Kamis, 4 Februari 2021 - 10:12 WIB

Tindak Lanjut Pertanggung Jawaban Perusahaan PT SMGP di Mandailing Natal

FOTO : Musyawarah di Kantor Bupati Mandailing Natal, PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) tentang Pemasangan Alat Pendeteksi gas beracun H2S di Kantor Kepala Desa, Selasa, (02/02/21). 

FOTO : Musyawarah di Kantor Bupati Mandailing Natal, PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) tentang Pemasangan Alat Pendeteksi gas beracun H2S di Kantor Kepala Desa, Selasa, (02/02/21). 

MANDAILING NATAL – PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) terus menindak-lanjuti penyelesaian masalah yang timbul dari musibah yang terjadi pada tanggal 25 Januari 2021 sewaktu perusahaan melakukan uji coba pengoperasian salah satu sumur uap panas bumi dan memberikan kabar perkembangannya.

Sebagai tanggapan atas permintaan warga Desa Sibanggor Julu dalam musyawarah di Kantor Bupati Mandailing Natal, PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) telah melaksanakan pemasangan alat pendeteksi gas beracun H2S di sekitar kantor Kepala Desa kemarin (02/02/21).

Menyusul pemasangan tersebut, sosialisasinya juga sudah diadakan hari ini untuk menjelaskan kepada warga bagaimana cara kerjanya dan bagaimana menyikapinya jika dideteksi adanya gas beracun.  Berbagai unsur warga hadir, antara lain pemuka agama, tokoh pemuda, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kapolsek dan jajarannya, Brimob, TNI Babinsa dan lainnya.

BACA JUGA :  Kartini Tanjab Barat Bergerak Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Mendahara Tengah

Bapak Kasmir Nasution Spd MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mandailing Natal yang turut memfasilitasi sosialisasi ini mengatakan.

“Kegiatan ini adalah sebagai bentuk pengenalan mengenai gas beracun H2S dan bagaimana warga bisa menyikapinya sekiranya harus menghadapinya,” ungkapnya dalam rilis tertulis.

Saat ini sedang dilakukan pengukuran arah angin di beberapa lokasi wellpad untuk dapat menentukan titik pemasangan alat pendeteksi gas beracun.

“Selain itu, kami juga menjelaskan arah angin atau wind shock, titik kumpul, arah evakuasi serta batas aman termasuk tempat pertolongan pertama untuk warga sekitar juga ditentukan,” jelas Bapak Abdul Azis Nasution, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal.

BACA JUGA :  SKK Migas-PetroChina Beri Bantuan Pembangunan Mushola Al Alif Desa Purwodadi

Kemudian PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) menjelaskan bahwa perusahaan akan memasang 6 (enam) alat sensor di sekitar wilayah Desa Sibanggor Julu.

Dalam kesempatan ini dijelaskan pula tentang gas beracun H2S, proses masuk gas ke dalam tubuh manusia dan dampaknya, karakteristik, sumber-sumbernya dan pertolongan pertamanya. Dilanjutkan juga dengan penjelasan mengenai sistem deteksi, sistem alarm dan bagaimana alarm diset.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

LAM Jambi Kabupaten Tanjab Barat Gelar Pembekalan Pengurus

Berita

Pengamanan Natal dan Tahun Baru Polres Tanjab Barat Dirikan 3 Pos PAM dan 1 Posyan, Disini Letakknya

Advetorial

Satgas Yonif Latihan Pratugas Pamtas RI-Timor Leste, Ini Pesan Pangdam II/Swj

Berita

Hadiri Rakerda I SMSI, Kapenrem Gapu Harapkan Media Siber Menyerbarkan Berita yang Mencerdaskan

Berita

Sepanjang 2020, Kebakaran di Tanjab Barat Telan 2 Korban Meninggal Dunia

Berita

HUT TNI Ke-75, Polres Tanjabbar Berikan Kejutan Kepada Kodim 0419 Tanjab

Berita

Wabup Amir Sakib Buka Training Center (TC) Kafilah MTQ Tanjabbar

Berita

Kunjungi Kodim 0419/Tanjab, Kasdam II/Sriwijaya Ingin Lihat Kesiapan Apwil Jajaran dalam Penanganan Covid-19