LIVE
Resmikan Lapangan Tenis Pelindo II Telainai Pura, Al Haris Berharap Tumbuh Generasi Muda Petenis Jambi Bupati dan Ketua DPRD Merangin Bantu Warga Korban Kebakaran Hairan, Pemkab Targetkan 40 Hingga 50 % Masyarakat Sudah Divaksin Sebelum Pelaksanaan MTQ Diduga Keracunan di Tangki Bensin, 2 Orang Pria di Kuala Tungkal Meninggal Kejar KKB Pimpinan Lamek Taplo, TNI Pertebal Pasukan di Distrik Kiwirok

Home / Berita

Kamis, 4 Februari 2021 - 10:12 WIB

Tindak Lanjut Pertanggung Jawaban Perusahaan PT SMGP di Mandailing Natal

FOTO : Musyawarah di Kantor Bupati Mandailing Natal, PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) tentang Pemasangan Alat Pendeteksi gas beracun H2S di Kantor Kepala Desa, Selasa, (02/02/21). 

FOTO : Musyawarah di Kantor Bupati Mandailing Natal, PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) tentang Pemasangan Alat Pendeteksi gas beracun H2S di Kantor Kepala Desa, Selasa, (02/02/21). 

MANDAILING NATAL – PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) terus menindak-lanjuti penyelesaian masalah yang timbul dari musibah yang terjadi pada tanggal 25 Januari 2021 sewaktu perusahaan melakukan uji coba pengoperasian salah satu sumur uap panas bumi dan memberikan kabar perkembangannya.

Sebagai tanggapan atas permintaan warga Desa Sibanggor Julu dalam musyawarah di Kantor Bupati Mandailing Natal, PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) telah melaksanakan pemasangan alat pendeteksi gas beracun H2S di sekitar kantor Kepala Desa kemarin (02/02/21).

BACA JUGA :  Dansatgas TMMD ke-112 Kodim 1002/HST Tinjau Perbaikan Jembatan

Menyusul pemasangan tersebut, sosialisasinya juga sudah diadakan hari ini untuk menjelaskan kepada warga bagaimana cara kerjanya dan bagaimana menyikapinya jika dideteksi adanya gas beracun.  Berbagai unsur warga hadir, antara lain pemuka agama, tokoh pemuda, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kapolsek dan jajarannya, Brimob, TNI Babinsa dan lainnya.

Bapak Kasmir Nasution Spd MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mandailing Natal yang turut memfasilitasi sosialisasi ini mengatakan.

BACA JUGA :  Bupati dan Forkopimda Ikuti Dialog Intraktif Penanganan COVID-19 dengan Kapolri dan Panglima TNI

“Kegiatan ini adalah sebagai bentuk pengenalan mengenai gas beracun H2S dan bagaimana warga bisa menyikapinya sekiranya harus menghadapinya,” ungkapnya dalam rilis tertulis.

Saat ini sedang dilakukan pengukuran arah angin di beberapa lokasi wellpad untuk dapat menentukan titik pemasangan alat pendeteksi gas beracun.

“Selain itu, kami juga menjelaskan arah angin atau wind shock, titik kumpul, arah evakuasi serta batas aman termasuk tempat pertolongan pertama untuk warga sekitar juga ditentukan,” jelas Bapak Abdul Azis Nasution, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal.

BACA JUGA :  ASN Dikerahkan Jumsih di Kawasan WFC, Wabup : Agar Lebih Indah dan Tertata

Kemudian PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) menjelaskan bahwa perusahaan akan memasang 6 (enam) alat sensor di sekitar wilayah Desa Sibanggor Julu.

Dalam kesempatan ini dijelaskan pula tentang gas beracun H2S, proses masuk gas ke dalam tubuh manusia dan dampaknya, karakteristik, sumber-sumbernya dan pertolongan pertamanya. Dilanjutkan juga dengan penjelasan mengenai sistem deteksi, sistem alarm dan bagaimana alarm diset.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

Malam Ini Siaran Debat Terbuka Calon Gubernur Jambi, PLN Diminta Jaga Keandalan agar Tak Padam

Berita

Alun-Alun Kota Kuala Tungkal Rencana Mau Dikasih Nama Ini

Berita

Petugas BNNK Tanjab Timur-Barat Tangkap 2 Kurir Sabu Di Betara dan Tungkal Ilir

Berita

10 Tahanan Titipan Kejari di Rapid Tes, Begini Hasilnya

Berita

Dikepung Kabut Asap, Nelayan Tanjabbar Tetap Melaut

Berita

HLH Sedunia, Pemkab Tanjabbar Tabur Benih Ikan di Lubuk Larangan

Berita

Sekda Tanjabbar Minta Provinsi Terbitkan SOP Terkait Kewenangan Penanganan Covid-19

Berita

Kunjungi Kodim 0419/Tanjab, Kasdam II/Sriwijaya Ingin Lihat Kesiapan Apwil Jajaran dalam Penanganan Covid-19