Antara Sang Kakek dan Cucu, Siapa Sesungguhnya yang Menuntun Ikut Acara Pesta

Lintas Tungkal

- Redaksi

Senin, 23 Oktober 2023 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jacob Ereste

Jacob Ereste

OPINI – Resikonya bagi sang kakek mengajak sang cucu mengikuti acara pesta. Bukan cuma akan merepotkan, tapi juga bisa menjadi beban dan membuat masalah, justru yang harus dihindari oleh sang kakek maupun sang cucu.

Pesta yang pasti meriah ini, menyuguhkan banyak hal yang harus dihindari sang kakek. Sementara apa yang menjadi pantangan bagi sang kakek justru menjadi kegemaran sang cucu. Jadi perselisihan persepsi ini pun sudah bisa dibayangkan secara gampang dan terang.

Misalnya sang cucu justru memprovokasi sang kakek untuk melahap semua suguhan yang ada, tanpa pernah mampu menseleksi apa saja yang dianggap haram atau terlarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, karena semua menu sajian dari pesta itu enak untuk dilahap, maka ancaman terhadap penyakit asam urat, jantungan dan encok serta rematik mulai kambuh. Dan sang cucu tidak bisa berbuat apa-apa, sebab setelah kenyang melahap beragam panganan yang tersisa cuma seleranya untuk bermain game atau tiktok melalui media berbasis internet yang selalu ada dalam genggamannya.

Kerepotan sang kakek mengatasi beragam penyakit yang telah lama merinding dirinya sungguh merepotkan. Begitu juga sang cucu yang lebih tidak perduli- atau lebih tepatnya tidak mengerti – soal tata kerama untuk suatu pesta.

Lain ceritanya jika pesta adalah pesta demokrasi untuk keabsahan pelaksanaan Pemilu. Semua bisa diatur sesuai dengan selera sutradara yang sedang menggenggam otoritas kekuasaan dan uang. Itulah sebabnya sebagian dari kawan-kawan sepermainan jadi ogah-ogahan mengikuti hingar-bingar Pemilu yang cenderung akan gaduh bahkan rusuh.

Apalagi kemudian hasilnya sudah bisa dipastikan sebelum pelaksanaan Pemilu itu sendiri dilaksanakan. Maka itu saran yang bijak dari pengamat politik Indonesia yang sudah lebih dari 5 kali ikut Pemilu, semuanya perlu disikapi dengan cara yang santai saja. Termasuk mereka yang masih suka memberi sembako dan amplop sebagai bagian dari serangan fajar sebelum pertempuran dimulai.

Penulis : Jacob Ereste

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BLU Impor Minyak: Ketika Negara Lebih Hobi Bikin “Anak Baru” Daripada Urus “Anak Kandung”
MBG dan KKDM Penyumbang Defisit Terbesar, Investasi SDM atau Jebakan Utang Baru?
Masa Depan ASN PPPK dalam Pusaran UU HKPD: Efisiensi atau Eksekusi?
Membedah Panggung “Zakat Politic”: Saat Kesalehan Umat Jadi Komoditas Citra
Negara Memberi, Negara Menyita: Mengapa Ribuan Warga Kota Jambi Terjebak dalam “Lahan Terlarang” Pertamina?
Analisis Kritis: Mengapa Kopdes Merah Putih Terancam “Layu Sebelum Berkembang”
Menyelamatkan Arakan Sahur; Mengembalikan Bunyi yang Hilang, Memangkas Kemewahan yang Membunuh
Beras & Cabai Tak Tumbuh di Atas Aspal Operasi Pasar: Hentikan Seremonial, Urus Produksi!
Berita ini 188 kali dibaca
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Capres Anies Basewdan hanya di Lintastungkal.com

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 18:12 WIB

BLU Impor Minyak: Ketika Negara Lebih Hobi Bikin “Anak Baru” Daripada Urus “Anak Kandung”

Senin, 6 April 2026 - 17:21 WIB

MBG dan KKDM Penyumbang Defisit Terbesar, Investasi SDM atau Jebakan Utang Baru?

Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:11 WIB

Masa Depan ASN PPPK dalam Pusaran UU HKPD: Efisiensi atau Eksekusi?

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:54 WIB

Membedah Panggung “Zakat Politic”: Saat Kesalehan Umat Jadi Komoditas Citra

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:41 WIB

Negara Memberi, Negara Menyita: Mengapa Ribuan Warga Kota Jambi Terjebak dalam “Lahan Terlarang” Pertamina?

Berita Terbaru