Pengkhianatan Diantara Birahi Kekuasaan Hingga Kegandrungan Membangun Dinasty Politik di Indonesia

Lintas Tungkal

- Redaksi

Jumat, 10 November 2023 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran Ketua Umum Partai Politik (parpol) Anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM).[FOTO : ANTARA/Hafidz Mubarak A/cnn]

Jajaran Ketua Umum Partai Politik (parpol) Anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM).[FOTO : ANTARA/Hafidz Mubarak A/cnn]

OPINI – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Masinton Pasaribu nomembuka pintu pemakzulan Presiden Joko Widodo dan mendesak DPR RI menggunakan hak angket atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dianggap melanggar etik. Sebab keputusan MK tidak berdasarkan konstitusi yang harus dijaga bersama sebagaimana yang diamanatkan oleh Reformasi tahun 1998 yang harus memberantas habis korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Jadi tragedi konstitusi akibat terbitnya putusan MK pada 16 Oktober 2023, merupakan tirani konstitusi.

Demikian ungkap Masinton Pasaribu dalam Sidang Paripuna DPR RI yang tersiar secara meluas dan diliput oleh berbagai media di tanah air. Keresahan dan kekhawatiran serupa juga diungkap Prof. Dr. Maswardi Rauf, Guru Besar Politik, Universitas Indonesia terhadap ambisi kekuasaan yang dilakukan penguasa di Indonesia menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang ditengarai akibat takut atas semua program yang telah dilakukan tidak akan terus dilanjutkan oleh penggantinya. Sehingga kebobrokan dari program yang dianggap tidak layak untuk diteruskan itu akan membuka kebobrokan dan penyelewengan yang dapat menyulut kemarahan rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penulis : Jacob Ereste

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BLU Impor Minyak: Ketika Negara Lebih Hobi Bikin “Anak Baru” Daripada Urus “Anak Kandung”
MBG dan KKDM Penyumbang Defisit Terbesar, Investasi SDM atau Jebakan Utang Baru?
Masa Depan ASN PPPK dalam Pusaran UU HKPD: Efisiensi atau Eksekusi?
Membedah Panggung “Zakat Politic”: Saat Kesalehan Umat Jadi Komoditas Citra
Negara Memberi, Negara Menyita: Mengapa Ribuan Warga Kota Jambi Terjebak dalam “Lahan Terlarang” Pertamina?
Analisis Kritis: Mengapa Kopdes Merah Putih Terancam “Layu Sebelum Berkembang”
Menyelamatkan Arakan Sahur; Mengembalikan Bunyi yang Hilang, Memangkas Kemewahan yang Membunuh
Beras & Cabai Tak Tumbuh di Atas Aspal Operasi Pasar: Hentikan Seremonial, Urus Produksi!
Berita ini 210 kali dibaca
Ayo, kunjungi Lintastungkal.com dan baca artikel-artikel berita dan informasi lainnya untuk menunjang pengetahuan dan wawansan anda!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 18:12 WIB

BLU Impor Minyak: Ketika Negara Lebih Hobi Bikin “Anak Baru” Daripada Urus “Anak Kandung”

Senin, 6 April 2026 - 17:21 WIB

MBG dan KKDM Penyumbang Defisit Terbesar, Investasi SDM atau Jebakan Utang Baru?

Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:11 WIB

Masa Depan ASN PPPK dalam Pusaran UU HKPD: Efisiensi atau Eksekusi?

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:54 WIB

Membedah Panggung “Zakat Politic”: Saat Kesalehan Umat Jadi Komoditas Citra

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:41 WIB

Negara Memberi, Negara Menyita: Mengapa Ribuan Warga Kota Jambi Terjebak dalam “Lahan Terlarang” Pertamina?

Berita Terbaru