Jacob Ereste : Penulis Itu Telah Mati

Lintas Tungkal

- Redaksi

Senin, 19 Februari 2024 - 18:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jacob Ereste. FOTO : Ist

Jacob Ereste. FOTO : Ist

Bagian Kesatu – Penulis itu telah mati, sebelum semua karya dan kumpulan tulisannya yang telah lama hendak dia terbitkan belum juga diwujudkan. Perkabungan pun di rumah duka sangat bersahaja dan sederhana. Karena memang, bagian dari wasiatnya kepada keluarga tak hendak merepotkan banyak orang.

Tak ada upacara khusus saat pelepasan jenazahnya dari pihak keluar. Hanya atas inisiatif rekan dekatnya yang terbilang pernah satu perjuangan dan penderitaan, meminta waktu memberikan kata-kata terakhir. Isyak tangis cuma meremang, sekedar saja, tak sampai sesenggukan, kecuali kata haru yang liris, seakan mengiris setiap hati yang mendengar penuturan sohib sejatinya yang merasa terpukul, karena menyisakan janji yang pernah mereka sepakati untuk dilakukan bersama dalam satu bentuk menyusun kitab kehidupan.

Acara tahlilan pun dilaksanakan secara sederhana dan spontan, itu pun atas inisiatif sahabat karibnya yang sangat dekat semasa hidupnya. Tahlil dan tahmid, serta do’a khusus kepada almarhum ini disebut oleh berbagai kalangan cukup memberi kontribusi terhadap pembelaan dan perjuangan untuk rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak pemakaman di kampung tempat tinggalnya, sebagian orang baru memahami jika dia adalah penulis yang tekun. Tak ada profesi lain yang dia tekuni, kecuali menulis. Sesaat memang dia sempat bergabung dalam jajaran pengurus media. Seperti aktivitas dirinya dalam dunia pergerakan yang menaruh kepedulian pada persoalan dan masalah rakyat.

Tiada pemberitaan atas kematian penulis ini dalam berbagai media yang pernah — atau bahkan biasa — memuat karya tulisnya.

Sangat mungkin bagi banyak orang, tulisan yang dia buat tidaklah terlalu penting untuk diperhitungkan. Sebab nilai kritis yang tersisip pada setiap karyanya lumayan santun untuk tidak menohok perasaan orang lain. Tapi topik yang dia usung dapat dipastikan selalu up to date, mengingat dirinya sebagai pembaca dan pengamat sosial kemasyarakatan yang aktif dan serius.

Kumpulan tulisannya yang sudah terhimpun — setelah dimuat oleh beragam media itu — terbilang sekitar 3.200 artikel dengan bermacam ragam topik dan isu terbaru yang sedang terjadi dalam masyarakat pada saat itu juga. Sejatinya, dia ingin sekali menjadikan kumpulan buah karyanya itu sebagai batu nisan abadi. Sehingga bagi semua orang yang ingin melakukan ziarah kubur cukup membaca kumpulan tulisannya yang telah diabadikan itu.

Begitulah nasib dan suratan tangan, semua berada pada izin Allah. Seperti kematian yang menjadi bagian dari sejumlah rahasia dan kekuasaan-Nya.

Atas inisiatif sobat karibnya, sepenggal puisi pendek karyanya tentang kematian yang dia tulis semasa hidup, dipahat secara khusus dalam bentuk ukiran kaligrafi, untuk menandai duka cita sobat dan sahabatnya yang sangat hormat dan menghargainya.

Banten, 14 Februari 2024

Penulis : Jacob Ereste

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membangun Masa Depan Organisasi yang Unggul melalui Integrasi Tata Kelola, Kinerja, Digitalisasi, dan Kolaborasi Berkelanjutan
Monitoring Kolaborasi dengan Swasta, dan Akuntabilitas: Tiga Kunci Menjaga Pelayanan Publik Tetap Berpihak pada Masyarakat
Selendang Budaya Banyuwangi “Osing”
Privatisasi, Komersialisasi, dan Efisiensi BUMN PT Pelindo: Antara Tuntutan Pasar dan Kepentingan Publik
Transformasi Digital Korporasi Publik: Antara Inovasi Pelayanan dan Tantangan Tata Kelola di Indonesia
Integrasi Transformasi Digital Untuk Keberlanjutan Organisasi
Transformasi Digital pada Perumda Air Minum (PDAM) di Berbagai Daerah di Indonesia Sebagai Wujud Transformasi Digital Korporasi Publik
BLU Impor Minyak: Ketika Negara Lebih Hobi Bikin “Anak Baru” Daripada Urus “Anak Kandung”
Berita ini 410 kali dibaca
KONTEN PROMOSI pada widget diatas merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan oleh pihak ketiga, bukan dari redaksi Lintastungkal.com. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten promosi ini.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:01 WIB

Membangun Masa Depan Organisasi yang Unggul melalui Integrasi Tata Kelola, Kinerja, Digitalisasi, dan Kolaborasi Berkelanjutan

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:21 WIB

Monitoring Kolaborasi dengan Swasta, dan Akuntabilitas: Tiga Kunci Menjaga Pelayanan Publik Tetap Berpihak pada Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:46 WIB

Selendang Budaya Banyuwangi “Osing”

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:11 WIB

Privatisasi, Komersialisasi, dan Efisiensi BUMN PT Pelindo: Antara Tuntutan Pasar dan Kepentingan Publik

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:25 WIB

Transformasi Digital Korporasi Publik: Antara Inovasi Pelayanan dan Tantangan Tata Kelola di Indonesia

Berita Terbaru