JAMBI — Dugaan pembobolan rekening nasabah Bank Jambi terus berkembang. Berdasarkan hasil penelusuran awal melalui audit forensik, sebagian dana nasabah yang dilaporkan hilang terdeteksi mengalir ke aset kripto serta sejumlah rekening di bank lain.
Total kerugian dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp143 miliar, dengan jumlah rekening terdampak lebih dari 6.000 nasabah. Nilai saldo yang hilang dari masing-masing rekening dilaporkan bervariasi, rata-rata berkisar antara Rp17 juta hingga Rp25 juta.
Gubernur Jambi Al Haris mengungkapkan bahwa hasil penelusuran sementara menunjukkan sebagian dana tersebut telah terlacak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekitar Rp19 miliar terdeteksi masuk ke crypto, dan sebagian lainnya mengalir ke Bank Permata serta Bank Sahabat Sampoerna,” kata Al Haris kepada wartawan di Kota Jambi, Senin (9/3/2026).
Temuan tersebut diperoleh dari proses audit forensik yang dilakukan untuk menelusuri jalur aliran dana sekaligus mengidentifikasi kemungkinan adanya celah pada sistem keamanan layanan digital bank.
Sementara itu, penyelidikan kasus ini tengah ditangani oleh Subdit II Perbankan Ditreskrimsus Polda Jambi, dengan dukungan Bareskrim Polri guna mendalami dugaan adanya serangan siber (hacking) terhadap sistem perbankan.
Sejumlah saksi, 15 termasuk dari internal Bank Jambi, telah dimintai keterangan oleh penyidik untuk mengungkap bagaimana dana nasabah dapat berpindah dari rekening mereka ke berbagai tujuan transaksi.
Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, pihak Bank Jambi bersama pemerintah daerah memastikan bahwa dana nasabah yang terdampak akan diganti sepenuhnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena besarnya nilai kerugian serta jumlah nasabah yang terdampak. Aparat penegak hukum kini terus menelusuri peta aliran dana guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pembobolan tersebut.**
Penulis : Angah
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal











