Hari Kelima : Pencarian 2 Korban Kecelakaan Kerja Dermaga Sungai Limau Nihil, Korban Tertindih Material Reruntuhan?

Lintas Tungkal

- Redaksi

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim penyelamat dari Basarnas, BPBD (BNPB), Satpolairud Polres Tanjab Barat, dan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap di atas perahu karet untuk melanjutkan pencarian dua korban hilang di Sungai Limau, Kecamatan Senyerang, masih nihil, Minggu (24/5/26). (FOTO: Dok. Istimewa/Lintastungkal)

Tim penyelamat dari Basarnas, BPBD (BNPB), Satpolairud Polres Tanjab Barat, dan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap di atas perahu karet untuk melanjutkan pencarian dua korban hilang di Sungai Limau, Kecamatan Senyerang, masih nihil, Minggu (24/5/26). (FOTO: Dok. Istimewa/Lintastungkal)

Evaluasi Total: Korban Diduga Kuat Tertindih Puing Dermaga

Kritik paling keras tertuju pada keengganan pihak otoritas mendatangkan alat berat ke lokasi jembatan jembatan penyeberangan roda empat yang ambruk. Muncul dugaan kuat bahwa salah satu korban terjebak dan tertindih di bawah puing-puing runtuhan material beton serta besi tua dermaga yang langsung karam ke dasar sungai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika benar ada korban yang terhimpit di bawah puing masif, maka strategi Tim SAR Gabungan dan para relawan yang terus baku hantam menyisir permukaan air (sweeping) sejauh beberapa kilometer menggunakan perahu kayu tradisional (pompong) akan menjadi sia-sia. Publik mempertanyakan mengapa hingga hari kelima pemda belum menerjunkan crane apung atau teknologi pemetaan bawah air (sonar scanner) untuk membongkar jembatan yang ambles tersebut.

Kendala Lapangan: Alasan Klasik yang Harus Dipecahkan

Tim penyelamat dari Basarnas, Satpolairud, Polres, Polsek, BPBD hingga ratusan warga desa yang bahu-membahu di lapangan memang dihadapkan pada kendala alam yang ekstrem. Selain arus bawah air yang liar, tingkat kekeruhan air akibat lumpur pekat menyebabkan jarak pandang penyelam berada pada tingkat zero visibility (nol sentimeter).

Namun, kendala alam ini dinilai sengaja dijadikan alasan klasik untuk menutupi minimnya modernisasi alat penyelamatan di daerah. Menghadapi situasi air keruh dan puing beton seberat puluhan ton dengan metode menyelam tradisional (diving manual) tanpa alat berat pendukung hanya akan memperpanjang ketidakpastian serta membuang-buang waktu golden time penyelamatan.

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal.com

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Memasuki Hari Ke-4, Bocah 8 Tahun yang Hanyut di Sungai Batang Tembesi Belum Ditemukan
Indra, Pemancing Pematang Sulur Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas
Tragis! 5 Warga Kerinci Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Pekanbaru-Dumai
Hilang Sejak Kamis Malam, Warga Pematang Sulur Diduga Tenggelam saat Memancing di Buluran Kenali
Satu Korban Pekerja Dermaga Runtuh di Sungai Limau Ditemukan Meninggal Dunia 25 Km dari Lokasi Awal
Laka Maut di Tol Paspro: Mobil Anggota DPR RI Gus Hilman Tabrak Truk, Dua Staf Meninggal Dunia
Arus Deras dan Jarak Pandang Nol Jadi Penghambat Pencarian Korban Pekerja Dermaga di Sungai Limau
Tragedi Dermaga Ambruk: Tiga Hari Berlalu, Sungai Landak Belum Mengembalikan Iyan dan Antoni
Berita ini 268 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:11 WIB

Memasuki Hari Ke-4, Bocah 8 Tahun yang Hanyut di Sungai Batang Tembesi Belum Ditemukan

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:47 WIB

Indra, Pemancing Pematang Sulur Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:53 WIB

Tragis! 5 Warga Kerinci Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Pekanbaru-Dumai

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:48 WIB

Hilang Sejak Kamis Malam, Warga Pematang Sulur Diduga Tenggelam saat Memancing di Buluran Kenali

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:00 WIB

Satu Korban Pekerja Dermaga Runtuh di Sungai Limau Ditemukan Meninggal Dunia 25 Km dari Lokasi Awal

Berita Terbaru