Indonesia Tegas Menolak Pengakuan Sepihak Israel atas Kemerdekaan Somaliland

Lintas Tungkal

- Redaksi

Selasa, 30 Desember 2025 - 19:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl A. Mulachela. FOTO : kilasbabel.com

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl A. Mulachela. FOTO : kilasbabel.com

JAKARTA – Pemerintah Indonesia secara tegas menolak pengakuan Pemerintah Israel terhadap kemerdekaan Somaliland. Penolakan ini disampaikan menyusul pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang pada 26 Desember 2025 mengumumkan pengakuan Israel atas Somaliland sekaligus rencana pembentukan hubungan diplomatik penuh antara Israel dan Republik Somaliland.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada 30 Desember 2025 mengonfirmasi bahwa Israel menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui kemerdekaan Somaliland. Somaliland merupakan wilayah semi-gurun yang terletak di sepanjang pesisir Laut Merah, bagian dari Somalia, dengan luas sekitar 177.000 kilometer persegi dan populasi sekitar 5,7 juta jiwa. Wilayah ini adalah bekas protektorat Inggris yang sempat merdeka selama lima hari pada 1960 sebelum bergabung dengan Somalia, lalu memproklamasikan kemerdekaan secara sepihak pada 1990 akibat konflik politik dan keamanan.

Menanggapi langkah Israel tersebut, Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, pada 29 Desember 2025 menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia menolak keras pengakuan Israel atas Somaliland. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi mengganggu stabilitas kawasan, khususnya di wilayah Tanduk Afrika dan Laut Merah, serta berdampak negatif terhadap perdamaian dan keamanan internasional secara umum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Vahd Nabyl juga menekankan bahwa pengakuan Israel tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Indonesia, lanjutnya, tetap konsisten mendukung keutuhan wilayah, kedaulatan, dan integritas Republik Federal Somalia.

Pernyataan Perdana Menteri Israel itu telah memicu kecaman luas dari komunitas internasional. Pemerintah Somalia secara tegas menolak pengakuan tersebut, sementara setidaknya 21 negara Arab dan Afrika dilaporkan telah mengutuk langkah Israel. Banyak pihak menilai pengakuan sepihak tersebut berisiko merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan Afrika serta memperburuk hubungan antarnegara.

Komunitas internasional juga menilai bahwa langkah tersebut dapat menghambat upaya bersama dalam mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Tanduk Afrika, Timur Tengah, dan wilayah sekitarnya.*

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Siaran Pers KBRI

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Optimalkan Data TKA, Menaker Yassierli: Jadi Acuan Strategis Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Lokal
KPK Tahan 8 Tersangka OTT BPN Bogor, Seret Pejabat ATR/BPN hingga Presdir Summarecon
Kemnaker Dampingi 20 Perusahaan Tingkatkan Produktivitas Lewat Perbaikan Sistem Kerja
Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja Hadapi Peluang Green Jobs
ALMM 2026: Menaker Yassierli Dorong Penguatan Keterampilan dan Pelindungan Pekerja Migran ASEAN
Kemnaker: Sertifikasi Jadi Kunci Pastikan Kompetensi Tenaga Kerja Permanent Makeup
Kemnaker–JICA Perkuat Kualitas dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia ke Jepang
Polres Metro Jakarta Selatan Usut Temuan 998 Senjata, Narkoba, dan Konten Porno di Sekolah Swasta Kebayoran Lama
Berita ini 76 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 18:30 WIB

Optimalkan Data TKA, Menaker Yassierli: Jadi Acuan Strategis Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Lokal

Selasa, 15 September 2026 - 19:12 WIB

KPK Tahan 8 Tersangka OTT BPN Bogor, Seret Pejabat ATR/BPN hingga Presdir Summarecon

Sabtu, 5 September 2026 - 01:11 WIB

Kemnaker Dampingi 20 Perusahaan Tingkatkan Produktivitas Lewat Perbaikan Sistem Kerja

Kamis, 3 September 2026 - 19:16 WIB

Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja Hadapi Peluang Green Jobs

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:16 WIB

ALMM 2026: Menaker Yassierli Dorong Penguatan Keterampilan dan Pelindungan Pekerja Migran ASEAN

Berita Terbaru