Kenaikkan Cukai Rokok : Mengurangi Dampak Buruk Asap Rokok Bagi Perokok Pasif

Lintas Tungkal

- Redaksi

Sabtu, 21 Desember 2024 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kenaikkan Cukai Rokok : Mengurangi Dampak Buruk Asap Rokok Bagi Perokok Pasif. FOTO : ILUSTRASI/Ist/Net

Kenaikkan Cukai Rokok : Mengurangi Dampak Buruk Asap Rokok Bagi Perokok Pasif. FOTO : ILUSTRASI/Ist/Net

KESEHATAN – Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi perokok aktif tertinggi di dunia. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), hampir 70 juta orang Indonesia merokok, dan perokok pasif yang terpapar asap rokok juga mencapai jumlah yang signifikan. Dalam konteks ini, salah satu upaya yang dapat diambil untuk mengurangi dampak buruk asap rokok adalah dengan meningkatkan cukai rokok, yang diharapkan bisa mengurangi konsumsi rokok dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, terutama bagi perokok pasif.

Perokok pasif adalah mereka yang terpapar asap rokok meskipun tidak merokok. Mereka dapat terkena dampak kesehatan yang serupa dengan perokok aktif, seperti risiko penyakit jantung, kanker paru-paru, dan gangguan pernapasan. Kenaikan cukai rokok adalah salah satu instrumen kebijakan publik yang dapat berperan penting dalam menurunkan angka perokok aktif dan mengurangi paparan asap rokok di ruang publik.

Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, yang sebagian besar berbahaya bagi kesehatan manusia. Beberapa dampak buruk dari paparan asap rokok bagi perokok pasif antara lain:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Penyakit Kardiovaskular dan Paru-paru
    Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Selain itu, asap rokok juga dapat menyebabkan penyakit paru-paru kronis seperti bronkitis dan emfisema pada perokok pasif.
  2. Kanker
    Asap rokok mengandung karsinogen yang dapat meningkatkan risiko kanker, khususnya kanker paru-paru dan kanker mulut, pada mereka yang terpapar, meskipun mereka tidak merokok.
  3. Gangguan Perkembangan Anak
    Anak-anak yang terpapar asap rokok, baik di rumah maupun di ruang publik, berisiko mengalami gangguan pernapasan, asma, infeksi saluran pernapasan, dan gangguan perkembangan otak.
  4. Risiko Kematian Dini
    WHO mengungkapkan bahwa lebih dari 600.000 orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun akibat terpapar asap rokok pasif, dengan sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak.

Salah satu cara efektif untuk mengurangi konsumsi rokok dan mengurangi dampak buruk asap rokok adalah dengan mengenakan pajak yang lebih tinggi pada produk tembakau. Kenaikan cukai rokok memiliki beberapa dampak positif, di antaranya:

  1. Mengurangi Konsumsi Rokok
    Penelitian menunjukkan bahwa kenaikan harga rokok yang disebabkan oleh cukai yang lebih tinggi cenderung mengurangi permintaan terhadap rokok. Sebagai contoh, sebuah studi di Journal of Tobacco Control menunjukkan bahwa kenaikan cukai rokok sebesar 10% dapat menurunkan konsumsi rokok sebesar 4-8%.
  2. Mengurangi Jumlah Perokok Baru
    Kenaikan cukai rokok dapat mencegah generasi muda untuk mulai merokok. Beberapa penelitian di negara-negara berkembang menunjukkan bahwa kenaikan harga rokok dapat mengurangi tingkat perokok pemula.
  3. Mengurangi Paparan Asap Rokok di Tempat Umum
    Dengan menurunnya jumlah perokok aktif, otomatis jumlah orang yang merokok di ruang publik juga akan berkurang. Hal ini akan mengurangi jumlah perokok pasif dan dampak kesehatan yang ditimbulkan.
  4. Pendapatan untuk Program Kesehatan
    Pendapatan yang diperoleh dari cukai rokok dapat digunakan untuk membiayai program-program pengendalian tembakau dan upaya pengurangan dampak buruk asap rokok. Ini termasuk kampanye kesehatan masyarakat, penyuluhan tentang bahaya merokok, dan penyediaan layanan medis untuk korban dampak rokok.

Kenaikan cukai rokok tidak hanya berdampak pada kesehatan tetapi juga pada perekonomian. Dalam konteks Indonesia, sektor tembakau adalah industri besar yang melibatkan banyak tenaga kerja. Namun, meskipun demikian, banyak bukti yang menunjukkan bahwa biaya kesehatan yang ditimbulkan oleh merokok jauh lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan ekonomi yang dihasilkan dari industri rokok. Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan Indonesia (BPOM), Indonesia menghabiskan sekitar Rp 90 triliun setiap tahun untuk biaya pengobatan terkait penyakit akibat merokok. Oleh karena itu, meskipun kenaikan cukai rokok dapat menekan industri tembakau, secara

Meski demikian, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam implementasi kebijakan kenaikan cukai rokok di Indonesia. Industri rokok di Indonesia sangat kuat dan memiliki pengaruh besar dalam perekonomian. Kelompok ini cenderung menentang kebijakan cukai yang lebih tinggi, dengan argumen tentang dampak ekonomi bagi para petani tembakau dan pekerja industri. Merokok memiliki akar budaya yang dalam di Indonesia, dan kebiasaan merokok seringkali dianggap sebagai bagian dari kehidupan sosial. Hal ini membuat perubahan perilaku merokok menjadi tantangan besar. Selain kenaikan cukai, pengawasan terhadap penjualan rokok juga perlu diperkuat, terutama dalam mengatur peredaran rokok ilegal yang bisa mengurangi efektivitas kebijakan ini.

Kesimpulan : Kenaikan cukai rokok adalah salah satu kebijakan yang efektif untuk mengurangi konsumsi rokok dan dampak buruknya bagi perokok pasif di Indonesia. Kebijakan ini telah terbukti berhasil di berbagai negara dan dapat diterapkan di Indonesia dengan penyesuaian yang tepat. Meskipun ada tantangan dalam implementasinya, manfaat jangka panjang yang diperoleh dalam hal kesehatan masyarakat dan pengurangan beban ekonomi akibat penyakit terkait rokok jauh lebih besar.

Ditulis oleh Veni Jaya Suryanti Angkatan IV (2023), mahasiswi Pasca Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Maju

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization (WHO). (2020). Tobacco control country profiles. Geneva: WHO.
  2. Journal of Tobacco Control. (2018). The impact of tobacco taxation on smoking behavior in low- and middle-income countries: A systematic review. J Tob Control. 27(4): 343-350.
  3. Badan Pengawasan Obat dan Makanan Indonesia (BPOM). (2023). Dampak Kesehatan dari Tembakau dan Upaya Pengendalian Tembakau di Indonesia. Jakarta: BPOM.
  4. World Bank. (2011). Tobacco Taxation: A Win-Win Strategy for Public Health and Development. Washington, D.C.: World Bank Group.
  5. International Agency for Research on Cancer (IARC). (2012). Tobacco Smoke and Involuntary Smoking. IARC Monographs on the Evaluation of Carcinogenic Risks to Humans, 83.

Penulis : Veni Jaya Suryanti

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Garansi Mutu Layanan Kesehatan, Bupati Anwar Sadat Minta Dukungan Pusat saat Sambut Menkes di RSUD KH Daud Arif
Investigasi Kemenkes di RSUD KH Daud Arif: Evaluasi Jam Kerja dan Sistem Magang Dokter!
Kunker Menkses ke RSUD KH Daud Arif: Titik Balik Harapan Baru untuk Dokter Internship Indonesia
Bupati Anwar Sadat Salurkan Bantuan ATENSI Rp194 Juta dan Operasi Katarak Gratis di RSUD KH Daud Arif
Waspada Bahaya Mengintai! Vitamin Palsu Banjiri E-commerce, Konsumen Cerdas Teliti Sebelum CO
Direktur RSUD Dr. Soetomo: Jangan Cemas, Banyak “Penyakit” Lansia Sebenarnya Hanya Proses Alami
“Sense Of Responsibility” Bupati Anwar Sadat Resmikan Pengembangan Layanan Hemodialisa
Polres Tanjab Barat Gelar Bakti Kesehatan Gratis, Warga Antusias Beri Apresiasi
Berita ini 99 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 01:02 WIB

Garansi Mutu Layanan Kesehatan, Bupati Anwar Sadat Minta Dukungan Pusat saat Sambut Menkes di RSUD KH Daud Arif

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:18 WIB

Investigasi Kemenkes di RSUD KH Daud Arif: Evaluasi Jam Kerja dan Sistem Magang Dokter!

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:38 WIB

Kunker Menkses ke RSUD KH Daud Arif: Titik Balik Harapan Baru untuk Dokter Internship Indonesia

Sabtu, 18 April 2026 - 18:55 WIB

Bupati Anwar Sadat Salurkan Bantuan ATENSI Rp194 Juta dan Operasi Katarak Gratis di RSUD KH Daud Arif

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:58 WIB

Waspada Bahaya Mengintai! Vitamin Palsu Banjiri E-commerce, Konsumen Cerdas Teliti Sebelum CO

Berita Terbaru