YTUBE
Warga Tebo Harus Tahu, Polisi Akan Gelar Operasi Zebra Mulai 3 Oktober, Ini 7 Pelanggaran Disasar Diduga Akibat Limpahan Air dari PT SAGM, Lahan Warga Desa Sebatu Tenggelam dan Terancam Mati Ridwan Agus Hadiri Generaly Assembly Confedaration of Asean Journalists 30 Narapidana Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Resmi Jadi Sarjana Danrem 042/Gapu Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Home / Nasional

Jumat, 23 September 2022 - 11:48 WIB

Kronologi OTT KPK Terhadap Hakim Agung Sudrajad dan Host Akun Tittok ‘Rumah Pancasila’

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri Saat Konferensi Pers di kantornya, Jumat (23/9/22). FOTO : Istimewa/Net

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri Saat Konferensi Pers di kantornya, Jumat (23/9/22). FOTO : Istimewa/Net

JAKARTAKPK menetapkan pada Hakim Agung pada Mahkamah Agung (MA), Sudrajad Dimyati, sebagai tersangka terkait suap pengurusan perkara di MA.

Sudrajad menjadi tersangka usai KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Semarang Jawa Tengah yang juga meibatkan PNS MA dan 2 pengacara.

Hal itu diungkpkan Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (23/9/22).

Kronoligi OTT

Rabu, 21 September

Tim KPK mendapatkan informasi bahwa pada Rabu (21/9/22) pukul 16.00 WIB akan ada transaksi penyerahan uang. Firli menyebut penyerahan uang itu bakal dilakukan oleh Eko Suparno (ES) selaku pengacara kepada Desy Yustria (DY) selaku PNS di Kepaniteraan Mahkamah Agung.

“Rabu, 21 September 2022 sekitar pukul 16.00 WIB, tim KPK mendapat informasi adanya penyerahan sejumlah uang dalam bentuk tunai dari ES kepada DY sebagai representasi SD (Sudrajad Dimyati) disalah satu hotel di Bekasi,” ucapnya.

Kamis, 22 September

Lalu pada Kamis (22/9) pukul 01.00 WIB, penyidik KPK bergerak dan mengamankan Desy di rumahnya. KPK juga turut menyita uang tunai dalam pecahan asing dolar senilai USD 205.000 atau setara Rp 2,1 miliar (setelah dikonversi berdasarkan kurs pukul 04.21 WIB).

Selanjutnya, secara terpisah KPK juga melakukan pencarian dan melakukan upaya mengamankan terhadap Yosep Parera (YP) selaku pengacara dan Eko Suparno. Keduanya diamankan di wilayah Semarang, Jawa Tengah.

BACA JUGA :  Polres Tanjabbar Police Line Gudang BBM di Sungai Saren

“Secara terpisah, Tim KPK juga langsung mencari dan mengamankan YP dan ES yang berada di wilayah Semarang, Jawa Tengah, guna dilakukan permintaan keterangan,” ujar Firli.

Firli menjelaskan pihak beserta barang bukti yang diamankan itu dibawa ke Jakarta. Mereka menjalani pemeriksaan di gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, Albasri (AB) selaku PNS Mahkamah Agung disebut menyerahkan diri ke KPK. Menurut Firli, Albasri juga menyerahkan uang tunai senilai Rp 50 juta.

Adapun dalam OTT itu, KPK mengamankan delapan orang. Mereka di antaranya adalah:

  1. Desy Yustria, selaku PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung;
  2. Muhajir Habibie selaku PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung;
  3. Edi Wibowo selaku Panitera Mahkamah Agung;
  4. Albasri selaku PNS Mahkamah Agung;
  5. Elly Tri selaku PNS Mahkamah Agung;
  6. Nurmanto Akmal selaku PNS Mahkamah Agung;
  7. Yosep Parera selaku Pengacara; dan.
  8. Eko Suparno selaku Pengacara.

Selain mengamankan delapan pihak itu, KPK juga turut mengamankan uang tunai. Adapun jumlah uang yang berhasil diamankan sebesar SGD 205.000 dan Rp 50 juta.

10 Orang Ditetapkan Tersangka

Adapun dalam kasus ini, KPK menetapkan 10 tersangka, termasuk Hakim Agung Sudrajad Dimyati. Berikut ini 10 tersangkanya:

BACA JUGA :  30 Narapidana Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Resmi Jadi Sarjana

Sebagai penerima:

  1. Sudrajad Dimyati, Hakim Agung pada Mahkamah Agung.
  2. Elly Tri Pangestu, Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah Agung.
  3. Desy Yustria, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung.
  4. Muhajir Habibie, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung.
  5. Redi, PNS Mahkamah Agung.
  6. Albasri, PNS Mahkamah Agung

Keenam tersangka sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebagai Pemberi:

  1. Yosep Parera, pengacara (Host akun Tiktok Rumah Pancasila).
  2. Eko Suparno, pengacara.
  3. Heryanto Tanaka, swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana).
  4. Ivan Dwi Kusuma Sujanto, swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)

Dari kesepuluh tersangka itu, 6 di antaranya langsung dilakukan penahanan. Keenam orang yang langsung ditahan itu adalah Elly Tri Pangestu, Desy Yustria, Muhajir Habibie, Albasri, Yosep Parera, dan Eko Suparno.

“Terkait kebutuhan penyidikan, Tim Penyidik menahan para Tersangka untuk 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 23 September 2022 sampai dengan 12 Oktober 2022,” imbuh Firli.

(detik.com)

Share :

Baca Juga

Nasional

Hari Pertama SKD CPNS Tanjabbar, 78 Peserta Dipastikan Gugur

Nasional

Mantan Jubir KPK Sebut Bukan Pensiunan yang Bebani APBN, Tapi Mereka Ini?

Advetorial

Kepala BNPB, Pangdam II/Swj dan Gubernur Jambi Tinjau Lokasi Karhutla Di Kumpeh

Nasional

30 Narapidana Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Resmi Jadi Sarjana

Nasional

Wadul, Kepala BKN  Bilang Mungkin Saja 10 Tahun ke Depan PNS Tak Lagi Dibutuhkan

Advetorial

Bupati Safrial Jadi Nasasumber FGD Revitalisasi Kemitraan Program Prukades di Jakarta

Nasional

Belum Tuntas Kasus Polisi Tembak Polisi, Kini Muncul Kasus TNI Tembak Mati Kucing

Nasional

Muhammadiyah Tanggapai Wacana Menag Sertifikasi Wasbang Dai