Kualitas Udara Kuala Tungkal, Pengukuran Puskesmas II Tembus Kategori Berbahaya

Lintas Tungkal

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026 - 10:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Bantu NTT Pulih. Gempa M 7,7 menyisakan luka mendalam bagi saudara kita di NTT. Mari rapatkan barisan dan salurkan bantuan terbaik Anda melalui tautan berikut:
+ Donasi

Petugas melakukan pengukuran kualitas udara menggunakan alat Mini Particle Counter di lingkungan Puskesmas Kuala Tungkal II, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Selasa (15/9/2026). (FOTO: Dok. Istimewa)

Petugas melakukan pengukuran kualitas udara menggunakan alat Mini Particle Counter di lingkungan Puskesmas Kuala Tungkal II, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Selasa (15/9/2026). (FOTO: Dok. Istimewa)

KUALA TUNGKAL — Kualitas udara di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menjadi perhatian setelah muncul dua hasil pemantauan pada Selasa, 15 September 2026 yang menunjukkan kondisi udara kurang baik hingga sangat mengkhawatirkan.

Data dari IQAir yang terlihat pada pukul 07.00 WIB mencatat AQI 146 (US AQI) dengan kategori “Tidak sehat bagi kelompok sensitif”. Dalam data tersebut, polutan utama adalah PM2.5 sebesar 53,6 µg/m³.

Sementara itu, sekitar satu jam kemudian, hasil pengukuran menggunakan Mini Particle Counter di Puskesmas Kuala Tungkal II menunjukkan angka partikulat yang jauh lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengukuran Puskesmas Kuala Tungkal II

Berdasarkan dokumentasi pengukuran pada 15 September 2026 sekitar pukul 08.00 WIB, tercatat:

Di dalam ruangan:
PM2.5/partikel 2,5 µm: 304 µg/m³
Partikel 10 µm: 557 µg/m³
Suhu: 25,4°C
Kelembapan: 82,9%

Di luar ruangan:
PM2.5/partikel 2,5 µm: 306 µg/m³
Partikel 10 µm: 563 µg/m³
Suhu: 24,8°C
Kelembapan: 72,0%

Dokumentasi tersebut juga menampilkan tabel kategori yang mencantumkan konsentrasi ≥301 sebagai kategori “Berbahaya”.

Dua Data Menunjukkan Kondisi yang Perlu Dicermati
Jika disusun berdasarkan waktu, gambaran yang terlihat adalah:
07.00 WIB — IQAir
AQI: 146 (US AQI). Kategori: Tidak sehat bagi kelompok sensitif
PM2.5: 53,6 µg/m³
⬇️
Sekitar 08.00 WIB — Puskesmas Kuala Tungkal II
PM2.5/partikel 2,5 µm: 304–306 µg/m³
Partikel 10 µm: 557–563 µg/m³. Kategori berdasarkan tabel pada dokumentasi: Berbahaya.

Meski demikian, kedua angka tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung sebagai satu standar yang sama. IQAir menampilkan US AQI dan konsentrasi PM2.5, sedangkan Mini Particle Counter pada dokumentasi menampilkan konsentrasi partikel berdasarkan ukuran dalam satuan µg/m³. Perbedaan alat, metode, lokasi, waktu pengambilan sampel, serta sistem perhitungan dapat memengaruhi hasil.

Karena itu, temuan tersebut lebih tepat dipandang sebagai indikasi adanya kondisi partikulat udara yang perlu mendapat perhatian dan verifikasi lebih lanjut, bukan sebagai pengganti pengukuran ISPU resmi pemerintah.

Masyarakat Diminta Waspada

Perbedaan hasil pemantauan dalam rentang waktu yang berdekatan ini juga menjadi alasan penting bagi instansi terkait untuk melakukan pemantauan kualitas udara secara lebih komprehensif dan menggunakan metode yang terstandar, khususnya apabila kondisi tersebut berkaitan dengan kabut asap, kebakaran hutan dan lahan, debu, atau sumber polusi lainnya.

Masyarakat, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, serta kelompok dengan sensitivitas terhadap polusi udara, disarankan memperhatikan informasi kualitas udara resmi. Jika kualitas udara memburuk, aktivitas luar ruangan dapat dikurangi dan penggunaan masker yang sesuai dapat dipertimbangkan.

Yang menjadi perhatian bukan hanya angka pada alat, tetapi bagaimana memastikan masyarakat Kuala Tungkal memperoleh informasi kualitas udara yang akurat, terukur, dan dapat menjadi dasar perlindungan kesehatan.**

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antisipasi Dampak Kabut Asap Karhutla, Danrem 042/Gapu Turun ke Jalan Bagikan 6.000 Masker di Kota Jambi
Bupati Anwar Sadat Resmikan Posyandu 6 SPM Percontohan di Betara
BPOM Hentikan Sementara Operasional Dua Apotek di Tanjab Barat, Tata Kelola Distribusi Obat Jadi Sorotan
Garansi Mutu Layanan Kesehatan, Bupati Anwar Sadat Minta Dukungan Pusat saat Sambut Menkes di RSUD KH Daud Arif
Investigasi Kemenkes di RSUD KH Daud Arif: Evaluasi Jam Kerja dan Sistem Magang Dokter!
Kunker Menkses ke RSUD KH Daud Arif: Titik Balik Harapan Baru untuk Dokter Internship Indonesia
Bupati Anwar Sadat Salurkan Bantuan ATENSI Rp194 Juta dan Operasi Katarak Gratis di RSUD KH Daud Arif
Waspada Bahaya Mengintai! Vitamin Palsu Banjiri E-commerce, Konsumen Cerdas Teliti Sebelum CO
Berita ini 17 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:05 WIB

Kualitas Udara Kuala Tungkal, Pengukuran Puskesmas II Tembus Kategori Berbahaya

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap Karhutla, Danrem 042/Gapu Turun ke Jalan Bagikan 6.000 Masker di Kota Jambi

Senin, 6 Juli 2026 - 20:10 WIB

Bupati Anwar Sadat Resmikan Posyandu 6 SPM Percontohan di Betara

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:28 WIB

BPOM Hentikan Sementara Operasional Dua Apotek di Tanjab Barat, Tata Kelola Distribusi Obat Jadi Sorotan

Kamis, 7 Mei 2026 - 01:02 WIB

Garansi Mutu Layanan Kesehatan, Bupati Anwar Sadat Minta Dukungan Pusat saat Sambut Menkes di RSUD KH Daud Arif

Berita Terbaru