indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Danrem 042/Gapu Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke 76 Polda Jambi Gubernur Al Haris Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-76 di SPN Polda Jambi 32 Paket Sabu Seberat 3,5 kg Berhasil Diamankan Sat Resnarkoba Polresta Jambi Triwulan II, Target Realisasi PAD Muaro Jambi Mencapai 42,91 Persen Keseriusan Pencegahan dan Pemberantasan Mafia Pertanahan di Jambi

Home / Nasional

Minggu, 19 September 2021 - 10:36 WIB

PPP Desak Pemerintah Angkat Guru Honorer, Alasannya Guru PNS Banyak Pensiun

Ketua DPP PPP Illiza Sa'aduddin Djamal. FOTO : Istimewa

Ketua DPP PPP Illiza Sa'aduddin Djamal. FOTO : Istimewa

JAKARTA – Indonesia dalam beberapa tahun ke depan diprediksi bakal kekurangan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diakibatkan besarnya angka guru pensiun.

Selain itu salah satunya disebabkan oleh moratorium beberapa tahun pemerintah tidak melakukan rekrutmen PNS, sementara rekrutmen PPPK juga belum menyeluruh dilaksanakan.

Ketua DPP PPP Illiza Sa’aduddin Djamal lantas mendesak pemerintah memberikan kelonggaran untuk mengangkat guru honorer yang mengabdi bertahun-tahun menjadi PNS.

Ia menyebutkan pada tahun 2020 terdapat sebanyak 72.976 guru pensiun, pada 2021 ada 69.757 guru, lalu pada 2022 angkanya naik sebanyak 77.124 orang guru.

“Di tahun 2020, Indonesia diprediksi kekurangan guru akibat pensiun sebesar 1.020.921 orang, di tahun 2021 mencapai 1.090.678 orang dan tahun 2022 menjadi 1.167.802 orang. Hingga tahun 2024 kekurangan guru diprediksi mencapai angka 1.312.759 orang,” ungkap Illiza dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/9/21).

BACA JUGA :  4 Nama Ini Berpeluang Gantikan Posisi Tjahjo Kumolo Sebagai Menpan-RB

Dalam beberapa kesempatan rapat dengan Kemendikbudristek, Anggota Komisi X DPR itu mengaku kerap memberikan masukan dan mendesak pemerintah agar memberikan kelonggaran kepada tenaga guru honorer yang sudah mengabdi bertahun tahun untuk menjadi PNS.

“Ini bukan saja sebagai bentuk penghargaan kepada jasa-jasa mereka yang telah lama mengabdi, akan tetapi ini juga menyangkut ketersediaan jumlah rasio guru dan murid, terutama di daerah 3T,” ucapnya.

Illiza juga mengingatkan pemerintah agar merespon aspirasi dari masyarakat, khususnya guru honorer yang sudah mengabdi selama lima tahun ke atas, yang meminta diberi kelonggaran persyaratan dalam mengikuti proses seleksi CPNS.

BACA JUGA :  212 Peserta Meriahkan Lomba Mancing Polres Muaro Jambi, Hadiah Utama 100 Juta

“Seperti meminta pelonggaran untuk usia di atas 35 tahun. Mereka yang sudah mengabdi puluhan tahun untuk daerah khusus dan terpencil diberi kemudahan untuk yang bertempat tinggal di daerah tersebut supaya jumlah guru di daerah atau desa tersebut dapat terpenuhi,” tuturnya.

“Kita Indonesia masih sangat kekurangan tenaga pengajar, jadi mekanismenya harus disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan berbeda-beda di setiap daerah,” imbuh politikus PPP itu.

Artikel ini telah tayang di detik.com dengsn judul : Guru PNS Banyak Pensiun, PPP Desak Pemerintah Angkat Guru Honorer.

Share :

Baca Juga

Nasional

Razia Indekos Jelang Ramadan, 20 Orang Diamankan

Nasional

Dedi : Arus Lalu Lintas dari Kalikangkung hingga Cikampek Ramai Lancar

Advetorial

Hadiri Peringatan Hari Anti Korupsi di KPK, Safrial Siap Bersinergi Berantas Korupsi

Nasional

BNPB Sebut 13 Orang Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru

Berita

Empat Pelamar CPNS 2019 di Tanjab Barat Dipastikan Tidak Ikut Ujian SKD

Nasional

Rektor Resmi Bekukan Menwa UNS

Nasional

Back to Basics, Strategi Ditjenpas Wujudkan Good and Clean Governance

Berita

Peserta Tes SKD CPNS 9 Kabupaten/Kota di Jambi Resah, Ini Penyebabnya