Gerbong OTT Tulungagung, 12 Pejabat dan Anggota DPRD di Boyong KPK ke Jakarta

Lintas Tungkal

- Redaksi

Sabtu, 11 April 2026 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PENGAWALAN KETAT: Sejumlah pejabat dan staf di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Sebanyak 12 orang diboyong penyidik menggunakan bus dari Jawa Timur guna menjalani pemeriksaan lanjutan terkait dugaan kasus suap yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. (FOTO : Dok. Istimewa/Ilustrasi)

PENGAWALAN KETAT: Sejumlah pejabat dan staf di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Sebanyak 12 orang diboyong penyidik menggunakan bus dari Jawa Timur guna menjalani pemeriksaan lanjutan terkait dugaan kasus suap yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. (FOTO : Dok. Istimewa/Ilustrasi)

JAKARTA – Eskalasi kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, memasuki babak baru. Setelah menjalani pemeriksaan marathon di Mapolres Tulungagung sejak Jumat (10/4/2026) malam, sebanyak 12 orang yang terdiri dari pejabat teras, staf, hingga anggota DPRD resmi dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.

“Dugaan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara, dengan cara-cara melawan hukum,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (11/4).

“Selain mengamankan para pihak, dalam kegiatan ini Tim juga mengamankan barang bukti diantaranya dalam bentuk uang tunai,” ujarnya dikutip CNN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip dari beritajatim.com, Rombongan tersebut diberangkatkan menggunakan bus menuju Bandara Juanda, Surabaya, pada Sabtu (11/4/2026) pagi. Langkah ini diambil penyidik komisi antirasuah guna mendalami peran masing-masing pihak dalam dugaan kasus suap yang mengguncang lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Daftar Nama yang Dibawa KPK ke Jakarta:
Penyidik membawa sejumlah nama kunci yang menduduki posisi strategis di Pemkab Tulungagung, antara lain:

  1. Makrus Manan (Kabag Kesra)
  2. Arif Efendi (Kabag Pemerintahan)
  3. Yulius Rama Isworo (Kabag Umum)
  4. Aris Wahyudiono (Kabag Prokopim)
  5. Hartono (Kepala Satpol PP)
  6. Suyanto (Kepala Dinas Pertanian)
  7. Dwi Hari (Kepala BPKAD)
  8. Agus Prijanto (Kepala Bakesbangpol)
  9. Erwin (Kepala Dinas PUPR)
  10. Jatmiko (Anggota DPRD Tulungagung/Adik Kandung Bupati)
  11. Dwi Yoga Ambal (Ajudan Bupati)
  12. Oki (Staf Pemerintahan)

Keterlibatan Jatmiko, yang merupakan adik kandung Bupati Gatut Sunu, menjadi sorotan tajam karena memperkuat dugaan adanya praktik nepotisme dalam pusaran kasus ini.

Geledah Kantor Dinas PUPR
Selain mengamankan belasan orang, penyidik KPK terpantau telah menyisir dan melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di area Kantor Pemkab Tulungagung. Hingga berita ini diturunkan, KPK belum merinci detail konstruksi perkara maupun nominal uang yang disita dalam OTT tersebut.

Pejabat yang Bertahan di Tulungagung
Meski banyak pejabat yang diboyong, beberapa nama dipastikan tetap berada di Tulungagung setelah menjalani pemeriksaan awal, di antaranya Pj Sekda Soeroto, Kadinkes Desi Lusiana, Kadinsos Reni, dan Direktur RSUD dr. Iskak, Zuhrotul Aini.

Juru Bicara KPK diperkirakan akan memberikan keterangan resmi terkait status hukum para pihak yang diamankan dalam waktu 1×24 jam setelah penangkapan.

Penulis : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Pemerintah Resmi Perpanjang WFH ASN Dua Bulan ke Depan
Aksi Nyata Iduladha 1447 H: Pertamina Patra Niaga Tebar 2.031 Hewan Kurban ke Pelosok Negeri
Kemnaker Siap Dampingi Perusahaan Serap Tenaga Kerja Disabilitas untuk Bangun Dunia Kerja Inklusif 
Kemnaker Salurkan 93 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah, Usung Misi Sosial Kemnaker Berbagi
Satu Korban Dermaga Sungai Landak Ambruk Belum Ditemukan, Begini kata Basarnas Jambi
Wamenaker Tekankan Pentingnya Kesiapan Kerja Inklusif bagi Generasi Muda di Era Digital
Kemnaker–Kowani Perkuat Sinergi untuk Peningkatan Keterampilan dan Akses Kerja Perempuan
Pencarian Korban Kecelakaan Kerja Dermaga Sungai Landak, Bupati dan Kapolres Ikut Turun, Hasil Masih Nihil
Berita ini 60 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:48 WIB

BREAKING NEWS: Pemerintah Resmi Perpanjang WFH ASN Dua Bulan ke Depan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:37 WIB

Aksi Nyata Iduladha 1447 H: Pertamina Patra Niaga Tebar 2.031 Hewan Kurban ke Pelosok Negeri

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:13 WIB

Kemnaker Siap Dampingi Perusahaan Serap Tenaga Kerja Disabilitas untuk Bangun Dunia Kerja Inklusif 

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:05 WIB

Kemnaker Salurkan 93 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah, Usung Misi Sosial Kemnaker Berbagi

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:50 WIB

Satu Korban Dermaga Sungai Landak Ambruk Belum Ditemukan, Begini kata Basarnas Jambi

Berita Terbaru

Menteri PANRB Rini Widyantini saat memberikan arahan mengenai evaluasi kebijakan transformasi budaya kerja dan efisiensi birokrasi digital. (FOTO: Dok. Kementerian PANRB)

Finansial

Kementerian PANRB Catat WFH PNS Hemat Perjalanan Dinas Rp1,95 T

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:27 WIB