indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Samsat Muaro Jambi Kembali Berlakukan Pemutihan Pajak Kemdaraan Bermotor Vaksin Covid-19 Boleh Diberikan 2 Minggu Pasca Pemberian BIAS Dandim 0419/Tanjab Apresiasi Petani Cabai Merah di Lubuk Terentang Karena Lakukan Ini Pantau Vaksinasi Anak, Danrem 042/Gapu : Capaian Vaksinasi di Tebo Luar Biasa Kecamatan Senyerang Targetkan 2.585 Anak Tervaksinasi

Home / Berita

Minggu, 19 Desember 2021 - 12:53 WIB

Ini Aturan Bepergian Selama Libur Nataru, Berlaku 24 Desember 2021 Sampai 2 Januari 2022 

Pelabuhan di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi melayani penyeberangan antar kabupaten dan antar provinsi. (foto : TribunJambi)

Pelabuhan di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi melayani penyeberangan antar kabupaten dan antar provinsi. (foto : TribunJambi)

JAMBI – Pemerintah telah mengatur terkait aturan berpergian selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Aturan bepergian selama libur Nataru telah dirilis oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19).

Aturan tersebut termuat dalam Addendum Surat Edaran (SE) Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pengaturan Aktivitas dan Mobilitas Masyarakat Selama Periode Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 dalam Masa Pendemi Covid-19.

Aturan ini ditetapkan pada tanggal 11 Desember 2021 oleh Letjen TNI Suharyanto selaku Ketua Satgas Covid-19.

Addendum Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Berikut ini aturan lengkap bepergian selama libur Nataru dikutip dari SE NO.24 Tahun 2021 Tentang Pengaturan Aktivitas dan Mobilitas Masyarakat Selama Periode Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 dalam Masa Pendemi Covid-19.

Pengaturan mobilitas masyarakat diatur sebagai berikut:

Syarat dan ketentuan yang berlaku bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) untuk seluruh wilayah Indonesia selama periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dilaksanakan dengan mengikuti pengaturan sebagai berikut:

  1. Dalam hal pelaku perjalanan usia dewasa (di atas 17 tahun) tidak vaksin dosis lengkap karena alasan medis maupun belum mendapatkan vaksin dosis lengkap, maka mobilitasnya dibatasi untuk sementara;
  1. Pelaku perjalanan jarak jauh dengan seluruh moda transportasi wajib menunjukkan kartu vaksin lengkap (vaksinasi dosis kedua) dan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan;
  1. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka i dan angka ii dikecualikan untuk:
BACA JUGA :  Danrem 042/Gapu Uji Oprasional 6 Unit Drone Satgas Satgas Pamtas RI-PNG Yonif R 142/KJ

Pejalanan rutin dengan moda transportasi darat menguunakan kendaraan pribadi atau umum, dan kereta api dalam satu wilayah/kawasan aglomerasi perkotaan; dan

  1. Moda transportasi perintis termasuk di wilayah perbatasan, daerah 3T (Tertinggal, terdepan, terluar) dan pelayaran terbatas.
  2. Khusus perjalanan kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya yang melakukan perjalanan dalam negeri berlaku ketentuan sebagai berikut:

Untuk wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali, diberlakukan ketentuan sebagai berikut:

  1. Wajib menunjukkan kartu vaksin dosis lengkap dan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 14×24 jam sebelum keberangkatan;
  2. Wajib menunjukkan kartu vaksin dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 7×24 jam sebelum keberangkatan; atau
  3. Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dlaam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan apabila belum mendapatkan vaksinasi.
BACA JUGA :  Wakapolda Jambi Kunjungi Vaksin di Gunung Tujuh, Optimis Kerinci Capai Target

Untuk wilayah luar Pulau Jawa dan Pulau Bali, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang samapelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan serta dikecualikan dari ketentuan menunjukkan kartu vaksin.

Pelaku perjalanan jarak jauh usia di bawah 12 tahun dengan seluruh moda transportasi diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif RT-PCR yang smapelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanaan dan dikecualikan syarat kartu vakisnasi.

Sumber : Tribunnews.com

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Advetorial

Bupati Safrial Serahkan Naskah Perjanjian Hibah BMD Untuk Polda Jambi dan Polres Tanjab Barat

Berita

Lima Besa Tingkat AD, Korem 042 Gapu Menuju Predikat WBK/WBBM Tingkat Nasional

Berita

Buka keterisoliran, Begini Wujdu Fisik Jalan TMMD Kodim 0419/Tanjab Sepanjang 10.695 Meter di Sadu

Berita

Danrem 042/Gapu Hadiri Syukuran Penyalaan Perdana Listrik PLN 19 Desa di Tanjabbar

Berita

Masa Pandemi  Corona, 148 Perkara Gugat Cerai di PA Kuala Tungkal Didominasi Wanita Muda

Berita

Satgas TMMD Kodim Tanjab Imbau Warga Aktif Pakai Masker

Berita

PDAM Belum Lengkapi Syarat Ini Dewan Tanjabbar Tunda Pengesahan Raperda Penyertaan Modal

Berita

PemDes Merlung Salurkan BLT DD Tahap II Kepada 140 Keluarga