Jacob Ereste : Rakyat Sekarang Sudah Siap Menghapi Gelontoran Sembako dan Serangan Fajar

Lintas Tungkal

- Redaksi

Sabtu, 2 Desember 2023 - 18:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jacob Ereste

Jacob Ereste

Menghadapi Pemilu tahun 2024, warga bangsa Indonesia sekarang tidak lagi khawatir dengan serangan fajar maupun pembagian sembako dari kandidat Caleg maupun Pilpres, sebab pilihan sudah mantap sesuai dengan pertimbangan akal sehat dengan menilik kandidat yang  bersangkutan dari sudut etika, moral dan akhlak serta kapasitas  intelektualitasnya.

Jadi kampanye seseru apapun, penilaian obyektif terhadap kapabilitas serta integritas calon yang menjadi pilihan itu sudah mantap, tak lagi bisa tergoyahkan oleh sekedar bingkisan-bingkisan yang sifatnya manipulatif itu. Sebab untuk pemberian yang ikhlas — tanpa pamrih — semestinya dapat  diberikan jauh sebelum memasuki masa kampanye.

Selebihnya, warga masyarakat yang sudah semakin cerdas sekarang ini, sudah lebih banyak belajar — atau paling tidak sudah mendengar dari kanan dan kirinya — tentang pengalaman pada Pemilu sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih dari itu, toh warga masyarakat bisa menelusuri jejak digital yang bersangkutan dengan cara yang paling mudah untuk mengetahui sekalian memahami reputasi maupun pengalaman calon kandidat yang bersangkutan. Tak hanya ikhwal sisi baiknya semata, tapi juga sisi keburukan yang bersangkutan.

Jadi masa kampanye yang dilakukan oleh para kandidat yang hendak berkontestasi dalam Pemilu 2024, semacam bagian dari klarifikasi saja tentang kebenaran dan kebaikan yang bersangkutan, jika kelak menjadi pemimpin di negeri ini. Maka itu, acara dapat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden misalnya, sekedar untuk menggenapi bentuk klarifikasi, sedangkan selebihnya sudah ada digenggaman pemegang suara.

Soalnya memang, sungguhkah Pemilu bisa dilaksanakan secara jujur, adil dan bermartabat — beretika — dengan tetap mengedepankan kepentingan rakyat banyak ?

Inilah sebabnya harapan dari Pemilu sangat diharapkan  bisa memberi banyak tauladan, pendidikan serta upaya untuk lebih mendewasakan sikap politik bagi rakyat bahwa politik itu penting dan tidak jahat atau buruh, seperti yang terlanjur terpatri dalam hati banyak orang.

Pada bagian lain, memang Pilpres, Pileg maupun Pilkada terlanjur dianggap semacam pertandingan yang harus dimenangkan dengan cara apapun. Sehingga unsur pendidikan politik bagi rakyat semakin dikesampingkan, untuk kemudian menghalalkan segala cara.

Oleh karena itu, serangan fajar atau serbuan pasukan sembako tak lagi bisa diharap mampu  menggoda keyakinan pilihan rakyat yang sudah mantap — Istiqomah — tiada akan bergeser sedikitpun, seperti ketetapan hati yang jujur, ikhlas, percaya untuk memberikan suara Tuhan — seperti acap disebut banyak orang — untuk mereka yang juga diyakini paling jujur, paling ikhlas untuk menunaikan amanat rakyat.

Karena itu, sosok seorang pemimpin yang pantas dan patut untuk dipilih adalah mereka yang tidak tidak memiliki potensi untuk berbohong, khianat dan mengabaikan kepentingan rakyat. Sebab mereka yang menjabat itu pada pokoknya harus mengayomi, membela sekaligus memperjuangkan aspura rakyat. Jika tidak, mengapa harus kita dipilih !?

Rakyat sekarang sudah siap menerima gelontoran Sembako serta serangan fajar.  Apalagi, selalu diposisikan tidak elok jika menolak. Dan realitasnya pun, harga sembako di pasar pun tak kalah ugal-ugalan. Karena memang telah dijadikan bagian dari kelengkapan aksesoris kampanye yang dianggap pantas dan jamak untuk melengkapi prosesi acara.(Tim)

Banten, 2 Desember 2023

Penulis : Jacob Ereste

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membangun Masa Depan Organisasi yang Unggul melalui Integrasi Tata Kelola, Kinerja, Digitalisasi, dan Kolaborasi Berkelanjutan
Monitoring Kolaborasi dengan Swasta, dan Akuntabilitas: Tiga Kunci Menjaga Pelayanan Publik Tetap Berpihak pada Masyarakat
Selendang Budaya Banyuwangi “Osing”
Privatisasi, Komersialisasi, dan Efisiensi BUMN PT Pelindo: Antara Tuntutan Pasar dan Kepentingan Publik
Transformasi Digital Korporasi Publik: Antara Inovasi Pelayanan dan Tantangan Tata Kelola di Indonesia
Integrasi Transformasi Digital Untuk Keberlanjutan Organisasi
Transformasi Digital pada Perumda Air Minum (PDAM) di Berbagai Daerah di Indonesia Sebagai Wujud Transformasi Digital Korporasi Publik
BLU Impor Minyak: Ketika Negara Lebih Hobi Bikin “Anak Baru” Daripada Urus “Anak Kandung”
Berita ini 223 kali dibaca
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:01 WIB

Membangun Masa Depan Organisasi yang Unggul melalui Integrasi Tata Kelola, Kinerja, Digitalisasi, dan Kolaborasi Berkelanjutan

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:21 WIB

Monitoring Kolaborasi dengan Swasta, dan Akuntabilitas: Tiga Kunci Menjaga Pelayanan Publik Tetap Berpihak pada Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:46 WIB

Selendang Budaya Banyuwangi “Osing”

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:11 WIB

Privatisasi, Komersialisasi, dan Efisiensi BUMN PT Pelindo: Antara Tuntutan Pasar dan Kepentingan Publik

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:25 WIB

Transformasi Digital Korporasi Publik: Antara Inovasi Pelayanan dan Tantangan Tata Kelola di Indonesia

Berita Terbaru

Prof. Zainal Arifin Mochtar, S.H., LL.M. sedang berbicara sebagai pembicara dalam sebuah forum akademik formal yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). (FOTO : Dok. Istimewa/hukumonline.com)

Republik

Alarm Darurat Demokrasi: Indonesia di Ambang Otoritarianisme?

Minggu, 23 Agu 2026 - 19:13 WIB