JAKARTA – Dunia aktivisme Indonesia diguncang aksi teror brutal. Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Kamis malam (12/3/2026). Akibat serangan ini, Andrie mengalami luka bakar kimiawi serius hingga 24 persen di bagian wajah dan tubuh.
Berikut adalah urutan peristiwa berdasarkan keterangan resmi Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya:
1. Aktivitas Sebelum Kejadian (Kamis, 12 Maret 2026)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Sore Hari (15.30 WIB): Andrie berangkat dari kantor KontraS menuju kantor CELIOS di Menteng untuk sebuah pertemuan.
- Malam Hari (19.45 WIB): Andrie menuju kantor YLBHI di Jalan Diponegoro untuk merekam podcast bertema kritis: “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”.
- Pukul 23.00 WIB: Usai berdiskusi, Andrie sempat mengisi bensin di SPBU Cikini sebelum dalam perjalanan pulang menuju kontrakannya di Menteng.
2. Detik-Detik Serangan (Pukul 23.37 WIB)
Saat melintasi kawasan Talang, Jalan Salemba I, Andrie yang mengendarai motor Yamaha Aerox kuning melihat motor (diduga Honda Beat/Vario hitam-putih) datang melawan arah dengan dua orang berboncengan.
Ketika berpapasan, pelaku langsung menyiramkan cairan kimia ke arah tubuh Andrie. Serangan ini sangat akurat mengenai:
- Wajah dan kedua mata.
- Area dada.
- Tangan kanan dan kiri.
3. Kekejaman Cairan Kimia
Daya rusak cairan tersebut sangat luar biasa. Andrie berteriak histeris, “PANAS! AIR KERAS!” karena rasa terbakar yang hebat. Begitu kuatnya zat tersebut hingga menyebabkan pakaian yang dikenakan Andrie meleleh di lokasi kejadian.
Pelaku langsung melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya, meninggalkan sebuah gelas stainless steel yang diduga digunakan sebagai wadah air keras tersebut.
4. Penanganan Medis Darurat
Dalam kondisi menahan sakit luar biasa, Andrie sempat kembali ke kontrakannya sebelum akhirnya dilarikan oleh rekannya ke RSCM pada pukul 23.48 WIB.
Kondisi Terkini Korban:
- Luka Bakar 24%: Tersebar di area vital.
- Penanganan Spesialis: Andrie ditangani oleh tim gabungan 6 dokter spesialis (Mata, THT, Saraf, Tulang, Thoraks, dan Kulit).
- Operasi Mata: Dijadwalkan menjalani transplantasi membran amnion untuk menyelamatkan jaringan matanya yang rusak parah.
5. Dugaan Motif: Teror Terhadap Pembela HAM
KontraS mencatat bahwa beberapa hari sebelum kejadian (9-12 Maret), Andrie kerap menerima telepon misterius dari nomor tak dikenal. Dimas Bagus Arya menegaskan bahwa karena tidak ada barang yang hilang, ini murni serangan terencana.
“Serangan ini adalah ancaman serius bagi keselamatan pembela HAM di Indonesia. Kami mendesak kepolisian tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tapi juga mengungkap dalang di balik teror ini,” tegas Dimas.
Kontak Media:
Divisi Advokasi & Kampanye KontraS
Email: kontras_98@kontras.org
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal







![Ilustrasi: Dana zakat, infak, dan sedekah dihimpun dari masyarakat dengan niat ibadah, namun dalam praktik penyalurannya kerap tampil sebagai program bantuan yang dipresentasikan oleh pejabat di ruang publik. [FOTO: ILUSTRASI/LT]](https://lintastungkal.com/wp-content/uploads/IMG-20260308-WA0008-360x200.jpg)



