YTUBE
Terjatuh, ABK TugBoat PT KBPC Tenggelam di Sungai Batanghari Sekda Lantik 26 Pejabat Administrator dan Pengawas, Ini Nama-Namanya Hadiri HPN 2023, Gelombang Kedua Delegasi SMSI Jambi Bertolak Menuju Medan Kapolsek Tungkal Ilir Pergi ke Sekolah MAS Radiyatul Jannah Menyampaikan Pesan Kamtibmas Ketiga Kalinya Jasiman S Terpilih Menjadi Ketum Sitorus Bogor Dohot Boruna

Home / Nasional

Sabtu, 2 Januari 2021 - 10:39 WIB

Wacana Guru Tak Lagi Masuk Kategori CPNS, PGRI: Itu Diskriminasi

Ketua Umum PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd/FOTO : Suarakarya.co.id

Ketua Umum PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd/FOTO : Suarakarya.co.id

TANJAB BARAT – Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI menolak rencana pemerintah mengeluarkan formasi guru dari Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mulai tahun depan.

Wacana Pemerintah menggeluarkan guru dari satus PNS sebelumnya disampaikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) guru tak akan lagi dimasukkan kategori CPNS mulai tahun 2021.

Guru bakal dialihkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Keputusan itu disepakati Menteri PANRB, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta BKN.

BACA JUGA :  Diundang Warga Tanah Tumbuh, Bupati Anwar Sadat Ajak BUMDes Kembangkan Potensi Desa

Ketua Umum PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd menilai kebijakan tersebut menimbulkan diskriminasi.

“Kalau kita berpendapat soal SDM, kepada guru mengapa ada diskriminasi? Harusnya enggak ada diskriminasi,” ujar Unifah Rosyidi seperti dikutip tempo.co, Kamis, (31/12/20).

Lebih jauh, Unifah mengatakan semestinya pemerintah tetap membuka dua jalur rekrutmen, yakni CPNS dan PPPK. Sebab, ditilik dari tujuannya, PPPK dan CPNS memiliki sasaran berbeda.

BACA JUGA :  Haji 2023 Tanjab Barat Dapat Kuota 407 Porsi, Prioritas CJH Lansia

PPPK, kata Unifah, memberikan kesempatan bagi guru honorer dengan usia di atas 35 tahun untuk memperoleh pengangkatan sebagai pegawai. Sedangkan posisi CPNS membuka kesempatan bagi lulusan jurusan pendidikan menjadi pegawai negeri.

Keputusan pemerintah terhadap perubahan status guru pun dipandang berpotensi membuat kualitas pengajar pada masa mendatang anjlok. Sebab, lulusan terbaik dari kampus tidak akan lagi berminat melamar posisi sebagai pengajar akibat ketidakpastian karier.

Share :

Baca Juga

Berita

Sambut Natal dan Liburan Tahun Baru 2020, Kapolres Tanjabbar Keluarkan Imbauan Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Angkutan Laut

Nasional

Masa Berlaku Paspor Disahkan Jadi 10 Tahun, Imigrasi Siapkan Petunjuk Teknis

Nasional

Ultah ke 44 Tahun, Ini Salam AHY Ketum Demokrat

Nasional

Daftar HET 11 Obat di Masa Pandemi, Termasuk Ivermectin

Nasional

TNI AL Tangkap Kurir Narkoba Bawa 38,4 Kg Sabu dan 40 Ribu Pil Ekstasi

Nasional

Bagi Takjil Buka Puasa, Ketum KNPI Ajak Pemuda Berlomba Buat Kebaikan

Nasional

Kunjungi Tv One, Kadispenad ; Kerja Sama dan Sinergitas Media Sangat Penting

Nasional

Review 8.605 Guru PAI Penerima Tukin Terhutang, Kemenag Gandeng BKP