LIVE TV
16 Desa di Tanjabbar jadi Lokus Stunting, Dapat Program Sanitasi Perdesaan 384 Unit Toilet Bupati Tanjabbar Letakan Batu Pertama Pembangunan Mushala Al-Alief Desa Purwodadi Jadwal Kapal Roro Kuala Tungkal-Pulau Batam dan Sebaliknya Danrem 042/Gapu Hadiri Apel Bersama Penanggulangan Covid-19 Danrem 042/Gapu Hadiri Pembukaan TMMD ke 111 Kodim 0420/Sarko

Home / Nasional

Sabtu, 2 Januari 2021 - 10:39 WIB

Wacana Guru Tak Lagi Masuk Kategori CPNS, PGRI: Itu Diskriminasi

Ketua Umum PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd/FOTO : Suarakarya.co.id

Ketua Umum PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd/FOTO : Suarakarya.co.id

TANJAB BARAT – Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI menolak rencana pemerintah mengeluarkan formasi guru dari Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mulai tahun depan.

Wacana Pemerintah menggeluarkan guru dari satus PNS sebelumnya disampaikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) guru tak akan lagi dimasukkan kategori CPNS mulai tahun 2021.

Guru bakal dialihkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Keputusan itu disepakati Menteri PANRB, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta BKN.

BACA JUGA :  16 Desa di Tanjabbar jadi Lokus Stunting, Dapat Program Sanitasi Perdesaan 384 Unit Toilet

Ketua Umum PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd menilai kebijakan tersebut menimbulkan diskriminasi.

“Kalau kita berpendapat soal SDM, kepada guru mengapa ada diskriminasi? Harusnya enggak ada diskriminasi,” ujar Unifah Rosyidi seperti dikutip tempo.co, Kamis, (31/12/20).

Lebih jauh, Unifah mengatakan semestinya pemerintah tetap membuka dua jalur rekrutmen, yakni CPNS dan PPPK. Sebab, ditilik dari tujuannya, PPPK dan CPNS memiliki sasaran berbeda.

BACA JUGA :  Ancam Rusak Lingkungan, Warga Senaung Tolak Adanya Galian C

PPPK, kata Unifah, memberikan kesempatan bagi guru honorer dengan usia di atas 35 tahun untuk memperoleh pengangkatan sebagai pegawai. Sedangkan posisi CPNS membuka kesempatan bagi lulusan jurusan pendidikan menjadi pegawai negeri.

Keputusan pemerintah terhadap perubahan status guru pun dipandang berpotensi membuat kualitas pengajar pada masa mendatang anjlok. Sebab, lulusan terbaik dari kampus tidak akan lagi berminat melamar posisi sebagai pengajar akibat ketidakpastian karier.

Share :

Baca Juga

Nasional

DPR dan Pemrintah Sepakat Pilkada Serentak Digelar 9 Desember 2020

Berita

Ini Nama Peserta Peraih Nilai Tertinggi Tes SKD CPNS Tanjab Barat dari 400 Hingga 428

Nasional

Mantan Kasad, Jenderal TNI Purn Pramono Edhie Wibowo Berpulang

Advetorial

Tanam Magrove Meriahkan Peringatan HKAN 2019 Di Tanjab Barat

Nasional

KPK Dikabarkan OTT Bupati Nganjuk

Nasional

Kabar Gembira, Pemerintah Kembali Buka Seleksi CPNS Guru, Nakes dan Penyuluh

Nasional

Pelaksanaan PPKM Mikro Dapat Diatur di Peraturan Desa

Nasional

Haedar : Musuh Terbesar Pers saat Ini Para Buzzer Media Sosial