indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Dua Terduga Penyalahgunaan Sabu Dibekuk, Sejumlah Alat Bukti Disita Diduga Keracunan, 5 Orang Karyawan Kapal PT KT di Tanjab Timur Meninggal Dihadiri Bupati Masnah, HUT Desa Tanjung Lanjut Ke 39 di Wisata Danau Tangkas Meriah Atlet Taekwondo Tanjabbar Sukses Raih 2 Emas dan 2 Perunggu Kejuaraan Wali Kota Jambi 2022 Pengamat : Realistis Bila Golkar Usung Anies Baswedan

Home / Nasional

Jumat, 29 Oktober 2021 - 23:22 WIB

4 Provinsi Ini Tergolong Rawan Bencana Hidrometeorologi La Nina

  Kepala BNPB Ganip Warsito. FOTO : Linras24.com

Kepala BNPB Ganip Warsito. FOTO : Linras24.com

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat empat provinsi di Indonesia rawan bencana hidrometeorologi.

Keempatnya provinsi di sebut BNP itu yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

“Daerah-daerah dengan kejadian bencana hidrometeorologi basah adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan,” ungkap Kepala BNPB Ganip Warsito dalam Rakornas BMKG dikutip nasional.sindonews.com, Jumat (29/10/21).

Lebih lanjut dikatakan Ganip, pada level lebih kecil yakni kabupaten/kota juga harus ditingkatkan kewaspadaan serta mitigasi dampak La Nina.

BACA JUGA :  Hadir Saat Pelantikan BPD-KKSS, Wabup Hairan Menyampaikan Ini

“Jika kita lebih jauh untuk provinsi yang saya sebutkan tadi, pada level yang lebih kecil pada kabupaten dan kota kewaspadaan serta mitigasi dampak La Nina mutlak untuk dilakukan,” ujar Ganip.

Di Jawa Barat, ungkap Ganip, kabupaten/kota Kabupaten yang potensi terjadi bencana di antaranya Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bandung. Di Jawa Tengah adalah Kabupaten Cilacap, Kota Semarang, dan Kabupaten Banyumas.

Sementara di Jawa Timur yaitu Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Situbondo.

“Sementara di Sulawesi Selatan adalah Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Barru dan Kabupaten Bone,” ungkap Ganip.

BACA JUGA :  Bupati Muaro Jambi Resmikan Pabrik AMDK dan Air Rasa PT Afresh Indonesia

Oleh karena itu, Ganip meminta daerah yang rawan bencana lebih waspada dan melakukan mitigasi terkait dampak la nina.

Selanjutnya, Ganip mendorong agar daerah harus sudah menyusun rencana kontijensi dari dampak bencana hidrometeorologi basah.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan menginstruksikan jajaran BPBD untuk menyusun rencana kontijensi dalam menanggapi bencana hidrometeorologi basah.

Lebih lanjut, Ganip menekankan agar daerah membuat persiapan status siaga darurat di tingkat provinsi maupun kabupaten kota.(*)

Share :

Baca Juga

Nasional

Kasad Andika Perkasa Pimpin Sertijab 7 Jabatan dan Penyerahan 2 Jabatan di Jajajaran TNI AD

Nasional

Pedagang Bubur yang Didenda Rp 5 Juta Dapat Bantuan dari Andre Rosiade

Nasional

Istilah PPKM Level 3 Selama Periode Nataru Diganti Nama Ini

Nasional

Review 8.605 Guru PAI Penerima Tukin Terhutang, Kemenag Gandeng BKP

Advetorial

Kepala BNPB, Pangdam II/Swj dan Gubernur Jambi Tinjau Lokasi Karhutla Di Kumpeh

Advetorial

Bupati Tanjab Barat Buka Seleksi Tes Calon Taruna STP Rayon Daerah

Nasional

Siap-Siap, Giliran Guru dan Tenaga Pendidik Mulai Vaksinasi COVID-19

Nasional

Jambi Berpotensi Cuaca Ekstrem Hingga 3 Hari Kedepan, Masyarakat Diimbau Waspada