indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Dinkes Provinsi Jambi Ungkap Penyebab Kasus Stunting Masih Tinggi 4 Nama Ini Berpeluang Gantikan Posisi Tjahjo Kumolo Sebagai Menpan-RB Sebanyak 46 Jamaah Calon Haji Indonesia Dipulangkan ke Tanah Air 212 Peserta Meriahkan Lomba Mancing Polres Muaro Jambi, Hadiah Utama 100 Juta SKK Migas-PetroChina Launching Wisata Embung Bina Lestari di Betara

Home / Nasional

Jumat, 29 Oktober 2021 - 23:22 WIB

4 Provinsi Ini Tergolong Rawan Bencana Hidrometeorologi La Nina

  Kepala BNPB Ganip Warsito. FOTO : Linras24.com

Kepala BNPB Ganip Warsito. FOTO : Linras24.com

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat empat provinsi di Indonesia rawan bencana hidrometeorologi.

Keempatnya provinsi di sebut BNP itu yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

“Daerah-daerah dengan kejadian bencana hidrometeorologi basah adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan,” ungkap Kepala BNPB Ganip Warsito dalam Rakornas BMKG dikutip nasional.sindonews.com, Jumat (29/10/21).

Lebih lanjut dikatakan Ganip, pada level lebih kecil yakni kabupaten/kota juga harus ditingkatkan kewaspadaan serta mitigasi dampak La Nina.

BACA JUGA :  Danrem 042/Gapu Terima PIN dan Keris Sebagai Pembina Adat Melayu Jambi

“Jika kita lebih jauh untuk provinsi yang saya sebutkan tadi, pada level yang lebih kecil pada kabupaten dan kota kewaspadaan serta mitigasi dampak La Nina mutlak untuk dilakukan,” ujar Ganip.

Di Jawa Barat, ungkap Ganip, kabupaten/kota Kabupaten yang potensi terjadi bencana di antaranya Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bandung. Di Jawa Tengah adalah Kabupaten Cilacap, Kota Semarang, dan Kabupaten Banyumas.

Sementara di Jawa Timur yaitu Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Situbondo.

“Sementara di Sulawesi Selatan adalah Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Barru dan Kabupaten Bone,” ungkap Ganip.

BACA JUGA :  212 Peserta Meriahkan Lomba Mancing Polres Muaro Jambi, Hadiah Utama 100 Juta

Oleh karena itu, Ganip meminta daerah yang rawan bencana lebih waspada dan melakukan mitigasi terkait dampak la nina.

Selanjutnya, Ganip mendorong agar daerah harus sudah menyusun rencana kontijensi dari dampak bencana hidrometeorologi basah.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan menginstruksikan jajaran BPBD untuk menyusun rencana kontijensi dalam menanggapi bencana hidrometeorologi basah.

Lebih lanjut, Ganip menekankan agar daerah membuat persiapan status siaga darurat di tingkat provinsi maupun kabupaten kota.(*)

Share :

Baca Juga

Nasional

Idul Fitri 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Hari Rabu atau Kamis?

Nasional

PON XX Resmi Ditutup, Papua Serahkan Bendera PON kepada Aceh dan Sumatera Utara

Nasional

Ini Nama-Nama 75 Paslon yang Diusung PDIP di Pilkada 2020

Nasional

Polri Gelar Lomba Menulis Surat Untuk Kapolri, Ini Syaratnya

Nasional

Sedihnya, Menpan RB Sebut Tak Ada Penerimaan CPNS Tahun 2020 hingga 2021

Nasional

Pemkab Tanjab Barat Terima Anugrah UI Award 2019

Nasional

Yok Cek, Apakah Anda Lolos SKD dan Melanjutkan ke Tahap Ujian SKB

Nasional

Mundur Lagi, Pelantikan Kepala Daerah Akhir Februari