YTUBE
Polda Jambi Terima Penghargaan dari Kementrian ATR/BPN Atas Penyelesaian Konflik Lahan Warga SAD 113 Satreskrim Polres Merangin Amankan Terduga Pelaku Kekerasan Terhadap Anak Bawaslu Ingatkan Peserta Pemilu Pahami Aturan dan Tidak Melakukan Pelanggaran Ditangkap Lantaran Curi 53 Jenjang Buah Sawit Dandim 0419 Tanjab : Menwa Jadilah Pelopor Kebaikan di Lingkungan Masyarakat

Home / Nasional

Sabtu, 18 September 2021 - 13:32 WIB

Kejar KKB Pimpinan Lamek Taplo, TNI Pertebal Pasukan di Distrik Kiwirok

Satgas Kolakopsrem 172/PWY Berhasil Evakuasi Jenazah Suster Maelani di Kiwirok, Jumat (17/9/21). FOTO : Pen Kolakopsrem 172/PWY

Satgas Kolakopsrem 172/PWY Berhasil Evakuasi Jenazah Suster Maelani di Kiwirok, Jumat (17/9/21). FOTO : Pen Kolakopsrem 172/PWY

SUARA TNI – Kodam XVII/Cenderawasih mengirimkan tambahan pasukan untuk melaksanakan pengamanaan serta pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Lamek Taplo di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Pengejaran terhadap anggota KKB Distrik Kiwirok dan sekitarnya dilakukan karena tindakan mereka sangat brutal. Selain menyerang prajurit TNI, KKB juga membakar fasilitas umum dan membunuh tenaga kesehatan.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono bahkan telah memerintahkan prajurit TNI yang berada di Distrik Kiwirok Kompleks, Pegunungan Bintang untuk mengejar dan menangkap KKB pimpinan Lamek Taplo hidup ataupun mati.

“Pangdam memberikan perintah agar personel TNI melaksanakan pengejaran dan penangkapan baik hidup ataupun mati terhadap para pelaku yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” kata Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Bambang Trisnohadi dalam konferensi pers terkait evakuasi Sembilan tenaga kesehatan (nakes) yang selamat dari upaya pembunuhan KKB Lamek Taplo di Distrik Kiwirok, Jumat (17/9/21).

BACA JUGA :  Tebing Tinggi Bertekad Pertahankan Piala Bergilir Bupati Cup 2022

Koopsgab TNI Papua berhasil mengevakuasi 9 dari 11 tenaga kesehatan yang bertugas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang dan satu anggota TNI korban penembakan KKB di Lapangan Frans Kaisepo Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura.

“Pada sortie pertama ini kita berhasil mengevakuasi 10 orang terdiri atas 1 prajurit TNI yang mengalami luka tembak dan 9 tenaga kesehatan, yaitu 1 dokter, 3 perawat wanita dan 5 mantri,” ungkap Kasdam XVII/Cenderawasih.

Kasdam menuturkan, satu korban atas nama Suster Gabriella Meilani yang ditemukan meninggal dunia juga segera dievakuasi dari Distrik Kiwirok.

“Jurang yang terjal serta cuaca buruk  membuat evakuasi para nakes dan jenazah Suster Gabriella Meilani mengalami penundaan yang seyogianya dilaksanakan kemarin, sehingga proses evakuasi 10 orang baru dapat dilaksanakan hari ini,” kata Kasdam.

BACA JUGA :  Delapan Pelajar SMP Diamankan Polsek Kota Baru

Bambang Trisnohadi menyampaikan bahwa atas instruksi Pangdam XVII/Cenderawasih, Kodam XVII/Cenderawasih memberikan bantuan berupa bahan makanan kepada masyarakat Distrik Kiwirok yang bertujuan membantu meringankan beban hidup dan juga dimana saat ini pasar yang ada telah dibakar oleh KST sehingga masyarakat tidak dapat berbelanja untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Kasdam XVII/Cenderawasih juga menyampaikan duka yang mendalam dan rasa prihatin atas tindakan yang dilakukan oleh KST yang sudah di luar batas kemanusiaan.

Artikel ini telah tayang di papua.inews.id dengan judul : TNI Pertebal Pasukan di Distrik Kiwirok Kejar KKB Pimpinan Lamek Taplo

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Daerah

Pasien ODP dan PDP Disease Covid-19 Di Provinsi Jambi Bertambah

Nasional

Andika Perkasa, TNI Siap Bantu Autopsi Ulang Jasad Brigadir J

Nasional

Kasad Andika Perkasa Tutup Pendidikan Taruna dan Taruni Akmil Tingkat IV

Nasional

Kasad dan Ketua KPK Tandatangani BAST Barang Rampasan Negara

Nasional

Oknum Gunakan Identitas Ketum PWI Pusat untuk Lakukan Penipuan

Nasional

Polisi Ngak Boleh Berfoto dengan Gaya Ini Selama Pilkada

Nasional

Seleksi Calon Taruna STP Di Rayon Daerah Tanjab Barat Berjalan Lancar

Nasional

Muhammadiyah Tanggapai Wacana Menag Sertifikasi Wasbang Dai