KUALA TUNGKAL – Kabupaten Tanjung Jabung Barat kini diselimuti duka yang mendalam. Di tengah suasana khidmat hari ke-6 bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, Bumi Serengkuyung Serentak Ketujuan kehilangan salah satu putra terbaiknya. Tuan Guru KH Hasan Basri bin Sahari, ulama kharismatik yang menjadi rujukan spiritual masyarakat, berpulang ke hadirat Ilahi dalam usia 72 tahun pada Selasa (24/2/26).
Lentera Ilmu yang Tak Pernah Padam
Bagi masyarakat Kuala Tungkal, KH Hasan Basri bukan sekadar pemuka agama. Beliau adalah simbol keteguhan. Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, menyebut almarhum sebagai “lampu besar” yang selama ini menyinari daerah dengan kedalaman ilmunya.
“Tanjung Jabung Barat kehilangan segala-galanya. Beliau adalah cahaya yang selama ini membimbing kita dengan ilmu. Kini Allah SWT telah mengambil kembali cahaya itu,” ungkap Bupati Anwar Sadat dengan nada getir usai menyalatkan jenazah di Masjid Agung Al-Istiqomah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesederhanaan yang Menggetarkan Hati
Sepanjang hayatnya, KH Hasan Basri dikenal sebagai sosok yang sangat sederhana namun memiliki wibawa yang besar. Dedikasinya terhadap dakwah tidak lekang oleh kondisi. Di mata para murid dan sahabat, beliau adalah pejuang ilmu yang tidak mengenal kata lelah.
Bupati Anwar Sadat mengenang sebuah janji yang selalu dipegang teguh oleh almarhum: “Beliau pernah mengatakan akan selalu mengisi pengajian kecuali jika beliau sakit. Hujan maupun panas tidak pernah menjadi penghalang baginya untuk mengajar. Ini menunjukkan tingkat keimanan yang sungguh luar biasa.”
Dedikasi Tanpa Batas: Mengajar Hingga Akhir Hayat
KH Hasan Basri dikenal sebagai figur yang memanifestasikan makna istiqomah dalam bentuk nyata. Selama berpuluh-puluh tahun, beliau mendedikasikan hidupnya untuk mengisi pengajian tanpa mempedulikan tantangan fisik maupun cuaca.
Bupati mengenang sebuah pesan yang menjadi bukti loyalitas Tuan Guru pada umat: “Saya akan selalu mengisi pengajian kecuali saya sakit.” Janji itu ditepati hingga akhir hayatnya. Hujan maupun panas tak pernah menyurutkan langkahnya untuk berbagi ilmu, sebuah keteladanan yang menunjukkan tingkat keimanan yang luar biasa di mata para santri dan koleganya.
Warisan untuk Generasi Penerus
Kepergian Tuan Guru KH Hasan Basri meninggalkan lubang besar di hati keluarga, 4 anak, dan 8 cucunya, serta ribuan murid yang pernah mereguk ilmu darinya. Meski sosok fisiknya telah tiada, nilai-nilai kesederhanaan, ketabahan, dan sifat istiqomah yang beliau contohkan diharapkan tetap hidup.
“Harapan kita kini ada pada murid-murid beliau. Semoga mereka mampu meneruskan dan mengamalkan ilmu-ilmu yang telah Tuan Guru berikan kepada kita semua,” doa Bupati Anwar Sadat.
Kini, KH Hasan Basri telah menyelesaikan tugasnya di dunia. Namun, gema suaranya saat mengisi pengajian dan teladan hidupnya akan terus menjadi kompas bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat dalam menjaga nilai-nilai keislaman di masa depan. Kuala Tungkal mungkin kehilangan sosok fisiknya, namun cahaya ilmunya dipastikan akan tetap berpendar melalui amal jariyah dan murid-murid yang beliau tinggalkan.
Penulis : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal








![Ilustrasi: Dana zakat, infak, dan sedekah dihimpun dari masyarakat dengan niat ibadah, namun dalam praktik penyalurannya kerap tampil sebagai program bantuan yang dipresentasikan oleh pejabat di ruang publik. [FOTO: ILUSTRASI/LT]](https://lintastungkal.com/wp-content/uploads/IMG-20260308-WA0008-360x200.jpg)


