Menanti Titik Terang di Garis Batas Tanjab

Lintas Tungkal

- Redaksi

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Batas wilayah Difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri di Hotel Orchardz Jayakarta, Jakarta Pusat, Senin (9/2/26). FOTO : DOKPIM

Rapat Batas wilayah Difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri di Hotel Orchardz Jayakarta, Jakarta Pusat, Senin (9/2/26). FOTO : DOKPIM

JAMBI – Keputusan Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur untuk menyerahkan sengketa batas wilayah mereka ke Tim Penegasan Batas Daerah (TPBD) Pusat adalah sebuah langkah pragmatis sekaligus ironis. Di satu sisi, ini adalah sinyal positif demi kepastian hukum; di sisi lain, ini menunjukkan betapa peliknya ego sektoral dan kepentingan ekonomi yang menyelimuti garis batas di lapangan.

Mengapa urusan “pagar rumah” antar tetangga ini memakan waktu puluhan tahun? Jawabannya jelas: ini bukan sekadar urusan koordinat di atas kertas. Di bawah tanah yang disengketakan, terdapat potensi sumber daya alam—terutama migas—yang menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setiap pergeseran garis batas berarti perpindahan hak atas Dana Bagi Hasil (DBH) yang bernilai miliaran rupiah.

Selain itu, inkonsistensi data historis sejak pemekaran tahun 1999 menjadi beban sejarah yang tak kunjung usai. Meskipun progres fisik di lapangan telah mencapai lebih dari 90 persen, sisa segmen yang belum tuntas justru merupakan titik paling krusial. Diskusi yang berlarut-larut tanpa kesepakatan final di tingkat daerah mencerminkan bahwa negosiasi telah mencapai jalan buntu teknis dan politis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyerahan mandat ke Kemendagri melalui Permendagri Nomor 141 Tahun 2017 adalah langkah “potong kompas” yang diperlukan. Pemerintah pusat kini memegang kendali untuk menjadi wasit yang adil. Namun, perlu diingat bahwa ketetapan dari pusat hanyalah separuh dari solusi. Ujian sesungguhnya adalah bagaimana kedua kabupaten menerima keputusan tersebut dengan legowo demi kepentingan yang lebih besar: pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat di perbatasan yang selama ini sering terabaikan akibat ketidakjelasan administrasi.

Sudah saatnya energi yang terkuras untuk berebut garis batas dialihkan untuk kolaborasi pembangunan antarwilayah. Sebab, bagi warga di perbatasan, kepastian layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur jauh lebih nyata daripada sekadar perdebatan angka koordinat di meja rapat.

Apa Penadapat Anda Terkait Berita Ini?

Penulis : Redkasi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Win-Win Solution Jembatan Sungai Tiram: Sepakati Status Aset, Mudahkan Izin, Rakyat Senang
Penahanan Kapus Kebun IX Muaro Jambi Bukan Babak Akhir, Melainkan Babak Pembuka dari Skandal yang Lebih Besar!
Anomali Keadilan Modern: Menghukum Perlawanan, Membiarkan Kejahatan Merajalela atas Nama Prosedur
Janji Anti-Korupsi Makan Bergizi Gratis vs Skeptisisme Publik: Antara Sistem Canggih dan Trauma Masa Lalu
Innalillahi, Keadilan Mati di Meja Golf PN Depok
Ironi di Balik Ketukan Palu: Ketika “Wakil Tuhan” Tersandung Ambisi Duniawi, Mengadili Kemudian Diadili
Mengakhiri Rezim Penjilat: Urgensi Restorasi Meritokrasi di Tubuh Birokrasi
Anatomi Kerusakan Sistemik: Dialektika Relasi Ulama, Penguasa, dan Rakyat dalam Perspektif Etika Politik Mahfud MD
Berita ini 33 kali dibaca
Artikel ini telah dihasilkan/diedit oleh AI. Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 20:04 WIB

Win-Win Solution Jembatan Sungai Tiram: Sepakati Status Aset, Mudahkan Izin, Rakyat Senang

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:39 WIB

Penahanan Kapus Kebun IX Muaro Jambi Bukan Babak Akhir, Melainkan Babak Pembuka dari Skandal yang Lebih Besar!

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:51 WIB

Menanti Titik Terang di Garis Batas Tanjab

Senin, 9 Februari 2026 - 00:35 WIB

Anomali Keadilan Modern: Menghukum Perlawanan, Membiarkan Kejahatan Merajalela atas Nama Prosedur

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:04 WIB

Janji Anti-Korupsi Makan Bergizi Gratis vs Skeptisisme Publik: Antara Sistem Canggih dan Trauma Masa Lalu

Berita Terbaru