YTUBE
BNNP Jambi Berikan Bimtek Lifeskill Untuk Kampung Nelayan BerSinar Fashion Street Batik Tanjab Barat Sambut Hari Barik Nasional Tahun 2022 Tim Gabungan TNI-Polri Kota Jambi Sosialisasikan Pencegahan Aksi Kejahatan Jalanan dan Geng Motor Ingin Eksis di Dunia Entertainment, Git Sigit Santoso Pilih Berkarya daripada Cari Sensasi Ketua Dekranasda Jambi Puji Keberhasilan Tanjabbar Kembangkan Batik Lokal

Home / Nasional

Rabu, 8 September 2021 - 20:34 WIB

Napi Asal Afrika Selatan dan Portugal Juga Meninggal Terbakarnya Lapas Tangerang

Petugas berdiri di dekat kantong jenazah korban kebakaran Lapas Klas 1 Tangerang di RSUD Kabupaten Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021). Sebanyak 41 napi tewas akibat kebakaran Lapas Tangerang pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.45 WIB. [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/suara.com]

Petugas berdiri di dekat kantong jenazah korban kebakaran Lapas Klas 1 Tangerang di RSUD Kabupaten Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021). Sebanyak 41 napi tewas akibat kebakaran Lapas Tangerang pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.45 WIB. [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/suara.com]

TANGGERANG – Dua warga negara asing penghuni Lapas Klas I Tangerang menjadi korban meninggal dunia akibat kebakaran di Blok C 2, lapas tersebut, Rabu (8/9/2021) dini hari. Mereka berasal dari Portugal dan Afrika Selatan.

Menteri Hukum dan HAM Yasona H. Laoly memastikan juga telah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar dan konsulat Jendral negara asal WNA.

“Ada dua WNA Portugal dan satu Afrika Selatan, kami sudah kerjasama dengan Kedubes dan konsuler dari negara yang bersangkutan. Bagaimana komumikasi ke keluarga dan pemakaman mereka,” kata Yasona H. Laoly di Lapas Klas I Tangerang, Rabu (8/9/2021).

BACA JUGA :  Menkumham Yasonna H Laoly Beri Pemahaman KI Sejak Dini ke Murid SD dan SMP

Dia merincikan, dari 41 WBP yang meninggal dunia itu, umumnya berperkara terkait tindak pidana narkotika. “Dari 41 orang yang meninggal dunia, satu karena tindak pidana pembunuhan satu terorisme, lainya narkoba,” ucap Yasona.

Kebakaran Lapas Tangerang terjadi pada Rabu (9/9/2021) dini hari. Sebanyak 41 narapidana tewas dan puluhan orang lainnya terluka. Kebakaran ini bermula dari blok khusus narkotika. (Foto: Dok. Kemenkum HAM/detik.com)

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Banten, Agus Toyib mengatakan, saat kebakaran, semua pintu kamar tahanan sedang terkunci. Hal ini mengakibatkan ada tahanan yang tidak sempat dikeluarkan.

BACA JUGA :  Danrem 042/Gapu Ucapkan Terima Kasih Partisipasi Peserta Aksi Donor Darah HUT TNI Ke 77

“Terbakar karena memang kamar semua dikunci, jadi ada yang tidak sempat dikeluarkan dari kamar,” ujar Agus.

Agus Toyib mengungkapkan, banyaknya korban juga disebabkan minimnya petugas yang berjaga saat kejadian membuat pihaknya kesulitan untuk menyelamatkan para warga binaan. Apalagi, api saat itu dengan cepat membesar.

“Ini sebenarnya normal-normal saja, cuma pas saat tadi malam itu tiba-tiba ada korsleting listrik itu kemudian terbakar. Akhirnya kemudian kan penjaga kita hanya 12 orang, nah sehingga melakukan langkah penyelamatan itu tidak mungkin apinya ini sudah membesar,” kata Agus.

Artikel ini telah tayang di merdeka.com dengan judul : Napi Kasus Narkoba Asal Afrika Selatan dan Portugal Juga Tewas di Lapas Tangerang

Share :

Baca Juga

Nasional

Calon Paskibraka di Istana Kepresidenan di Jakarta HUT Kemerdekaan RI ke-77, Ini Syaratnya

Nasional

Bangkitkan Kreatif Masyarakat, TNI Ajarkan Keterampilan Membuat Piring dari Anyaman Lidi

Nasional

COVID-19 Varian AY.1 ‘Delta Plus’ Dikabarkan Sudah Terdeteksi di Jambi

Nasional

Kasad Andika Perkasa Pimpin Sertijab 7 Jabatan dan Penyerahan 2 Jabatan di Jajajaran TNI AD

Nasional

Dimas Suidarmanto Raih Emas di Kejurnas Festival Aquatik Kategori 50 Meter Bebas

Nasional

Ini Penjelasan BKN Soal Rekrutmen 1 Juta Guru di Tahun 2021

Nasional

Pertemuan AHY-Airlangga, AHY: Silaturahmi Antar Pemimpin Akan Membangun Semangat Yang Baik ke Depannya

Nasional

Grand Final, 24 Finalis MTQ Nasional TNI AD Berlomba Menjadi yang Terbaik