Pasca Insiden Di Minahasa, Kapolres Tanjab Barat Gelar Diskusi Dengan Forkompimda dan Tokoh Lintas Agama

  • Whatsapp
FOTO : Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, SIK, MH Memimping Diskusi Silaturrahmi Bersama Pemda dsn Tokoh Lintas Agama, Minggu (02/03/20)

KUALA TUNGKAL – Insiden perusakan musala Al-Hidayah di Perum Agape, Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), mendapat tanggapan dari Polres Tanjung Jabung Barat.

Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, SIK, MH langung menggelar silaturrahhmi dan diskusi bersama dengan Forkompimda, Kesbangpol, MUI, FKUB, NU, Menag, Pengadilan Agama, tokoh agama dan tokoh masyarakat dan Pimpinan Pesantren.

Muat Lebih

Kapolres AKBP Guntur Saputro berhadap kejadian tersebut tidak terprovokasi yang dapat berdampak pada kerukunan umat beragama di daerahnya. Khususnya di Tanjab Barat.

Semua pihak diminta agar dapat mencerahkan umat dari seluruh agama di Tanjab Barat, agar selalu menjaga hubungan yang baik.

“Melalui diskusi ini kita berharap akan mencegah kejadian aksi dukungan, solidaritas atau apapun jenisnya akibat kejadian di Minahasa Utara, dan dapat terus menjalin kerukunan umat beragama baik,” papar Kapolres saat membuka diskuai di Mapolres Tanjabbar, Minggu (02/02/20).

Hadir dalam diskusi silaturrahmi ini Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik H. Mulyadi, M.Kes, Dandim 0419 Tanjab Letkol Inf Erwan Susanto, S.IP, Wakil Ketua PA Zakaria Ansori, MH, Ketua MUi H. Mahyuddin Atif, Kapolsek jajaran.

Pada diskusi bersama ini Kapolres Tanjab Barat juga menyampaikan informasi fakta-fakta sebenarnya yang terjadi di Minahasa tersebut.

Melalui forum ini pula Kapolres agar seluruh yang hadir dapat memberikan informasi yang benar di lingkungan masyarakat.

“Saya berharap kita semua bisa menjadi agen-agen informasi yang benar terkait insiden ini, sehingga informasi di masyarakat tidak simpang siur,” harapnya.

Sementara Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik H. Mulyadi, M.Kes menyambut baik reaksi cepat Polres Tanjab Barat menyikapi insiden di Minahasa guna menjaga kondusifitas darah dan kerukunan umat beragama di Tanjab Barat.

Mulyadi berkeyakinan apa yang terjadi di Minahasa Sulut yang menjadi isu nasional tidak memprovokasi kerukunan umat beragama di Tanjab Barat untuk melakukan aksi-aksi balasan atau lainnya.

“Namun demikian kami meminta seluruh tokoh agama untuk sedapat mungkin mendinginkan umat masing-masing menyikapi peristiwa tersebut,” harapnya.

Sementara Dandim 0419 Tanjab Letkol Inf Irwan Susanto berharap sebagai umat beragama harusnya bisa saling menjaga kerukunan beragama jangan terprovokasi dengan kejadian di Minahasa.(*)

Lintas Tungkal
Follow me

Pos terkait