indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Danrem 042/Gapu Terima PIN dan Keris Sebagai Pembina Adat Melayu Jambi Sejarah Mendasari 2 Juli Sebagai Hari Adat Melayu Jambi Diamankan, Terduga Pelaku Pencurian di Tebing Tinggi Malah Bawa Narkoba dalam Lipatan Uang Hadiri Puncak Hari Adat Melayu Provinsi Jambi, Tholib Serahkan Sertifikat KIK Tiga Siswa SMPN 2 Kuala Tungkal Lulus Seleksi PPDB SMAN Titian Teras Jambi

Home / Nasional

Minggu, 3 Oktober 2021 - 19:08 WIB

Tolak Interpelasi, Gerindra : Ganggu Program Anies Sama Saja Ganggu Rakyat DKI!

Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Syarif. (Foto: dok. istimewa)

Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Syarif. (Foto: dok. istimewa)

JAKARTA – Fraksi Gerindra DPRD DKI (F-Gerindra) Jakarta menilai interpelasi Formula E sejak awal digulirkan untuk menggagalkan program kerja Gubernur Anies Baswedan. F-Gerindra menentang interpelasi Formula E.

“Itulah yang membuat kami Gerindra bersikap lain, oh kalau gitu ini nggak bisa dibiarkan, ini arahnya jelas ingin menggagalkan program Pak Anies,” kata anggota DPRD DKI Jakarta F-Gerindra, Syarif, dalam diskusi virtual, Jumat (1/10/2021).

Syarif mengakui F-Gerindra sempat mempertimbangkan untuk mengikuti interpelasi karena banyak informasi yang belum dibuka mengenai Formula E. Namun niat itu diurungkan lantaran F-PDIP dan F-PSI kerap menggaungkan tujuan interpelasi untuk menggagalkan pergelaran Formula E.

“Di awal-awal sebetulnya Gerindra sedang mempertimbangkan, tapi karena framing yang dibangun oleh teman-teman pengusung interpelasi ingin membatalkan interpelasi, maka kita lakukan pengkajian dan memutuskan untuk tidak ikut interpelasi,” ungkapnya.

Sekretaris Komisi D DPRD DKI itu mengaku tak lagi melihat substansi dalam interpelasi, yakni menggunakan hak bertanya ke eksekutif. Yang terlihat, sebutnya, hanya sikap politis dari dua kubu pengusung interpelasi.

“Tapi yang lebih menarik soal politiknya, karena politik berbeda sikap mencari reasoning masing-masing pihak,” ujarnya.

Syarif keberatan jika fraksinya disebut tak pro-rakyat karena menolak interpelasi Formula E. Bagi Syarif, mendukung interpelasi sama saja dengan mengganggu program kerja yang diamanatkan rakyat kepada Anies.

“Kalau ingin membatalkan kan menggagalkan program gubernur, sama saja mengganggu program gubernur. Mengganggu program gubernur artinya mengganggu program yang diinginkan rakyat melalui pemilu,” tegasnya.

“Pemilu sudah mengamanatkan ke Anies, Anies menjalankan program. Kalau programnya diganggu kan sama saja mengganggu rakyatnya. Jadi ada yang menolak bukan berarti tidak pro-rakyat, siapa bilang?” sambung Syarif.

Sebagaimana diketahui, polemik Formula E terus berlanjut. Sebanyak 33 orang dari F-PDIP dan F-PSI mulanya mengajukan hak interpelasi ke Gubernur Anies Baswedan.

Bahkan, rapat paripurna interpelasi pun telah digulirkan. Namun, paripurna ini akhirnya gagal karena diboikot oleh 7 fraksi penolak interpelasi, yakni fraksi Gerindra, Golkar, PKS, NasDem, PAN, PD, dan PKB-PPP.

Sumber: detik.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Pangdam II Sriwijaya;  Pelaku Pembakaran Hutan Dan Lahan Pengkhianat Bangsa

Nasional

Rektor Resmi Bekukan Menwa UNS

Nasional

Honorer K2 Ancam Demo Besar-besaran Terkait SE Penghapusan Honorer

Nasional

34 DPD dan 78 OKP Berikan Dukungan Haris Pertama Kembali Pimpin KNPI

Nasional

3 Pengeroyok Ketua KNPI Ditangkap Polisi, 2 Eksekutor DPO

Nasional

Pasca Insiden Di Minahasa, Kapolres Tanjab Barat Gelar Diskusi Dengan Forkompimda dan Tokoh Lintas Agama

Nasional

Panglima TNI Umumkan Seluruh Awak KRI Nanggala 402 Telah Gugur

Nasional

Hari Pertama SKD CPNS Tanjabbar, 78 Peserta Dipastikan Gugur