LIVETV
Akademi Taekwondo Korem 042/Gapu Raih Juara Umum 2 Open Turnamen Bupati Lebong Cup Bupati Cek Pengerjaan Pengerasan Jalan Parit Deli ke Sungai Dungun Bupati Tanjabbar Resmikan Ruko dan Unit Usaha BUMDes Dataran Kempas Gedor Pintu Truk Parkir di Pom Bensin, Pemuda Berssajam Diamankan Polisi Korem 042/Gapu Berangkatkan 156 Pemuda Jambi Ikuti Seleksi Secata PK TNI AD Tingkat Pusat




Home / Kriminal / Nasional / Pilihan Editor

Rabu, 11 Maret 2020 - 19:02 WIB

Kasus Kekerasan Wali Murid Terhadap Kepsek SMAN 10 Tanjabbar, Mendapat Respon Menkopolhukam

Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan ripublik Indonesia./FOTO.Google

Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan ripublik Indonesia./FOTO.Google

KUALA TUNGKAL – Viralnya kasusus kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu oknum wali murid terhadap Kepala SMA Negeri 10 TanjungJabung Barat pada Rabu 4 Maret 2020 pekan lalu yang tak terima anaknya ditegur oleh Kepsek mendapat tanggapan dari sejumlah pihak termasuk Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan ripublik Indonesia.

Tanggapan itu ia sampaikan melalui cuitan akun @mohmahfudmd dengan screenshot media TV One yang memberitakan pengungkapan kasusu tersebut oleh Polres Tanjung Jabung Barat.

Mahfud MD menilai seorang wali murid tersebut sungguh keterlaluan telah demikian memperlakukan sang kepsek. Begini isi cuitan Menkopolhukam itu:

BACA JUGA :  Penuhi Kebutuhan, Penggali Kubur Ini Harus Kerja Serabutan

Pg ini ada berita seorang wali murid di Tanjung Jabung menganiaya kepala sekolah dgn keji dan menghina krn sang kepala sekolah melakukan tindakan pendisiplinan thd muridnya yg adl anak si penganiaya. Ini hrs ditindak tegas, apalagi si penganiaya diketahui menyimpan senjata api”.

 

Sebelumnya diberitakan, Pihak Kepolisian Polres Tanjab Barat berhasil mengamankan pelaku berinisial BM pada Senin (09/03/20) sekitar pukul 11.00 WIB di wilayah Mersam Kabupaten Batanghari saat sedang membawa Mobil Truk bermuatan logging.

BACA JUGA :  Meresahkan, 10 Orang dari 2 Kelompok Geng Motor Diringkus Polresta Jambi

Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, SIK, MH dalam pres rilisnya kepada wartawan, Selasa (10/03/20) mengungkapkan, BM ditahan berawal dari laporan Kepala SMAN 10 Tanjung Jabung Barat yang menerima perlakuan penganiayaan dan ancaman dari BM pada Rabu 4 Maret lalu.

BACA JUGA :  Menpan RB Kembali Terbitan Surat Edaran Penyesuaian Sistem Kerja ASN

Saat itu pelaku mendatangi kepsek di sekolah yang tak terima anaknya ditegur bermain hp saat ujian semester 12 berlangsung. Dimana saat ujian online menggunakan wifi, karena jaringan lemot, kepsek menginstruksikan agar hp siswa dikumpulkan.

Tidak tahu pemasalahan sebenarnya, meneria aduan anaknya, tiba-tiba pelaku datang ke SMAN 10 dan langsung marah-marah, lalu melakukan kekerasan dan pengancaman terhadap kepsek.

Polisi telah menetapkakn BM menajdi tersangka dengan pasal berlapis, pasal penganiayaan dan pencancaman serta UU RI Nomor 12 /DRT tahun 1951 pasal kepemilikan senjata api illegal.(*)

Share :

Baca Juga

Kriminal

Terduga Pelaku Penggelapan Kendaraan Roda 4 Diringkus Polisi

Nasional

Kapolri Mutasi 23 Pati dan Pamen, Berikut Ini Nama-namanya

Kriminal

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan Warga Semerap Kerinci

Nasional

Adik Mantan Kapolda Jambi Ini, Naik Pangkat Mayor Jenderal TNI

Kriminal

Terlibat Sabu, 2 Perempuan dan 8 Pria Diamankan Polisi

Nasional

Gaji ke-13 PNS Cair Agustus, Tanggal Berapa?

Nasional

Mendagri Tunjuk Sekda Jadi Plh Kepala Daerah

Nasional

Zumi Zola Dikabarkan Positif Covid-19